Bukittinggi – Menjelang perayaan Idul Fitri 1447 H, upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) di Bukittinggi semakin diperkuat melalui kolaborasi berbagai elemen. Menariknya, salah satu sosok yang kini turut berperan aktif adalah mantan narapidana yang dulu dikenal sebagai pelaku premanisme, Arif Rahman alias Temok.
Di wilayah hukum Polresta Bukittinggi, Arif Rahman menunjukkan transformasi yang nyata. Ia tidak hanya meninggalkan masa lalunya, tetapi juga berinisiatif mengajak masyarakat—terutama generasi muda—untuk menjauhi tindakan melanggar hukum dan praktik premanisme yang berpotensi meresahkan, khususnya di momen penting seperti Lebaran.
Komitmennya terlihat dari berbagai kegiatan yang dilakukan secara langsung di lapangan. Arif aktif berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan tokoh masyarakat, ikut dalam patroli lingkungan secara swadaya, hingga memberikan imbauan kepada warga di pusat-pusat keramaian. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya menciptakan suasana yang aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.
Perubahan yang ditunjukkan Arif Rahman menjadi bukti bahwa setiap individu memiliki kesempatan untuk berbenah dan memberikan kontribusi positif. Dengan dukungan lingkungan serta kesadaran pribadi, proses pembinaan dapat menghasilkan dampak nyata bagi keamanan bersama.
Sinergi antara masyarakat, tokoh lokal, dan aparat kepolisian diharapkan mampu menjaga stabilitas keamanan di Bukittinggi menjelang Idul Fitri 1447 H. Dengan kondisi yang kondusif, masyarakat pun dapat merayakan hari kemenangan dengan rasa aman, damai, dan penuh kebahagiaan. Mb



















