PURBALINGGA — Pagi itu, kabut masih menggantung di atas Desa Krangean. Di antara rimbun pepohonan dan suara aktivitas warga yang mulai menggeliat, Sobri memperlambat laju kendaraannya saat mendekati sebuah jembatan kecil. Bukan tanpa alasan, jembatan itu sudah lama menjadi titik yang membuatnya was-was setiap kali melintas.
Bagi Sobri, jembatan itu bukan sekadar penghubung antar wilayah, tetapi juga penghubung antara rasa aman dan cemas. Setiap hari, terlebih saat ia membonceng anaknya, perasaan khawatir selalu menyelinap. Kondisi jembatan yang rusak, dengan penopang seadanya dari batang pohon kelapa, membuatnya harus ekstra hati-hati. Sedikit saja lengah, risiko bisa terjadi.
“Kalau lewat sini selalu deg-degan, apalagi kalau bawa anak,” ujarnya pelan, mengenang rutinitas yang selama ini ia jalani, Senin (4/5/2026).
Namun kini, perlahan rasa cemas itu mulai tergantikan oleh harapan seiring dengan progres pembangunan TMMD Reguler ke-128 Kodim 0702/Purbalingga. Di sekitar jembatan, aktivitas pembangunan mulai terlihat. Suara alat kerja, langkah para pekerja, serta semangat gotong royong warga dan satgas menjadi tanda bahwa perubahan tengah berlangsung.
Sobri tak lagi hanya melintas dengan rasa takut, tetapi juga dengan pandangan yang penuh harap. Ia kerap berhenti sejenak, memperhatikan progres pembangunan yang terus berjalan. Baginya, setiap batu yang disusun dan setiap pondasi yang dibangun adalah langkah menuju kenyamanan yang selama ini diidamkan.
“Semoga cepat selesai dan benar-benar kuat. Biar warga nggak was-was lagi,” katanya.
Pembangunan jalan dan jembatan di Desa Krangean bukan sekadar proyek fisik. Lebih dari itu, ia menjadi simbol hadirnya kepedulian dan sinergi antara berbagai pihak dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Dari jembatan darurat berbahan batang kelapa, kini bertransformasi menuju konstruksi yang kokoh dan layak dilintasi.
Perubahan ini bukan hanya tentang infrastruktur, tetapi juga tentang rasa aman yang perlahan kembali tumbuh di hati warga. Bagi Sobri dan masyarakat lainnya, jembatan yang dulu penuh kekhawatiran itu, sebentar lagi akan menjadi jalur yang dilalui dengan tenang, bahkan mungkin tanpa rasa takut sedikit pun.
Di Desa Krangean, harapan itu kini tidak lagi sekadar angan. Ia sedang dibangun, satu demi satu, menjadi kenyataan.(anr)



















