Jember, Investigasi.News – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Jember menggelar rapat koordinasi khusus untuk menata Pedagang Kaki Lima (PKL) demi menjaga ketertiban dan kelancaran rangkaian event besar yang akan datang.
Langkah ini diambil untuk memastikan kenyamanan pengunjung sekaligus memberikan ruang usaha yang representatif bagi para pedagang.
Kepala Satpol PP Jember, Bambang Rudianto menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor sangat penting agar pelaksanaan acara skala besar tidak terganggu oleh penumpukan lapak liar.
Penataan ini berfokus pada zonasi wilayah, penentuan jam operasional pedagang, serta penyediaan kantong parkir yang memadai di sekitar lokasi acara.
“Kami tidak melarang masyarakat mencari rezeki, tetapi semuanya harus diatur agar estetika kota tetap terjaga dan arus lalu lintas tidak macet total selama event berlangsung,” ujar Bambang Rudianto.
Satpol PP juga akan bersinergi dengan Dinas Perhubungan, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, serta panitia penyelenggara untuk melakukan sosialisasi langsung kepada para pedagang.
“Pengawasan ketat secara persuasif dan humanis akan dikedepankan selama hari pelaksanaan guna mengantisipasi PKL yang nekat melanggar batas zonasi yang telah disepakati.” Imbuh Bambang Rudianto. Js




