Jember, Investigasi.news- Ribuan massa yang tergabung dalam Serikat Tani Independen (SEKTI) Kabupaten Jember menggelar aksi unjuk rasa damai di depan Kantor Bupati dan DPRD Jember. Aksi yang bertepatan dengan momentum menyambut Hari Tani Nasional 2026 ini diikuti oleh sekitar 2.500 massa petani yang datang dari berbagai pelosok desa di Jember. Senin(21/9)
Kehadiran ribuan petani ini ditemui langsung secara komunikatif oleh Bupati Jember, didampingi oleh Ketua DPRD dan Wakil Ketua DPRD Jember di depan pintu gerbang kantor pemerintahan.
Pertemuan tatap muka di tengah pengawalan ketat aparat keamanan ini berlangsung kondusif. Tokoh masyarakat setempat, M. Ayyub Saiful Ridjal (Gus Saif), juga terlihat ikut turun langsung mendampingi dan berdiri di barisan massa aksi guna menyuarakan hak-hak kaum buruh tani.
Dalam orasinya, Ketua SEKTI Jember, Asiruddin, menegaskan ada empat poin agenda dan tuntutan utama yang diusung oleh para petani dalam aksi demonstrasi kali ini:
1. Kawal RUU Reforma Agraria (Guarding Agrarian Reform Bill).
2. Hentikan Kriminalisasi Petani (Stop Criminalization of Farmers).
3. Hentikan HGU Semua Perusahaan Perkebunan (Stop All Plantation Permits).
4. Tanah untuk Rakyat (Land for the People).
Merespons tuntutan tersebut, Bupati Jember menyatakan dukungan penuh terhadap aspirasi yang diperjuangkan oleh para petani.
Sebagai wujud nyata dari keberpihakan pemerintah daerah, Bupati Jember bersama jajaran pimpinan legislatif menandatangani (TTD) surat pernyataan sikap resmi yang disodorkan oleh perwakilan buruh tani.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk segera menindaklanjuti dan mengawal tuntutan ini, termasuk berkoordinasi secara aktif dengan jajaran kementerian terkait demi mewujudkan keadilan agraria di Kabupaten Jember.












