400 Ekskavator Gempur Wasirawi? Dugaan Suap Dan Beking Mafia Tambang Disorot, Yerri Tantang Kapolri Bongkar Akar Permainan!

0
8
Ketua LSM Wadah Generasi Anak Bangsa (WGAB), Yerri Basri Mak, S.H., M.H., menyoroti maraknya dugaan aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di kawasan Wasirawi, Distrik Masni, Kabupaten Manokwari, Papua Barat. Didampingi dokumentasi kondisi lokasi tambang yang memperlihatkan kerusakan lahan dan aktivitas alat berat, Yerri mendesak Kapolri turun tangan untuk mengusut dugaan praktik mafia tambang serta menelusuri kemungkinan keterlibatan oknum aparat. (Foto: Dok. WGAB/Investigasi.News)

MANOKWARI — Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Wasirawi, Distrik Masni, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, kini semakin tidak terkendali. Alih-alih mereda, aktivitas liar ini justru kian menggila, menghancurkan lingkungan, dan memicu dugaan keras adanya jaringan mafia tambang yang dilindungi pihak berwenang!

Ketua LSM Wadah Generasi Anak Bangsa (WGAB), Yerri Basri Mak, S.H., M.H., angkat suara lantang. Ia menegaskan penindakan yang dilakukan sejauh ini sama sekali tidak memberi efek jera. Bahkan sebaliknya, aktivitas penambangan liar makin meluas dan merajalela.

“Pertambangan emas tanpa izin di Manokwari ini seolah tak tersentuh. Penyisiran dilakukan berkali-kali, tapi tidak ada efeknya. Justru makin berkembang, makin banyak alat berat yang beroperasi. Ini pertanyaan besar yang harus dijawab aparat penegak hukum!” tegas Yerri, Rabu (4/11/2026).

Yang mencengangkan, Yerri menyebut lebih dari 400 unit ekskavator kini beroperasi di kawasan Wasirawi. Angka ini bukan kecil, dan mustahil bisa berjalan tanpa ada “izin khusus” dari pihak tertentu.

Bahkan muncul dugaan keras adanya praktik pembayaran puluhan hingga ratusan juta rupiah per unit ekskavator agar bisa bebas beroperasi di lokasi tambang. Diduga kuat aliran uang ini melibatkan oknum aparat penegak hukum berpangkat tinggi!

“Siapa yang memberi jaminan sehingga tambang liar ini terus berjalan lancar? Kami menduga ada pihak kuat, jaringan mafia tambang yang melindunginya. Penindakan jangan hanya menangkap pekerja di lapangan — usut siapa di belakang layarnya!” seru Yerri.

Karena situasi makin gawat, Yerri secara resmi mendesak Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto turun tangan langsung. Ia meminta Mabes Polri segera membentuk tim khusus untuk menggelar penyelidikan menyeluruh, menelusuri aliran uang, serta membongkar siapa saja oknum yang diduga ikut menikmati hasil tambang ilegal tersebut.

“Kapolri harus serius! Mabes Polri harus turun langsung ke Wasirawi. Usut tuntas siapa yang melindungi mafia tambang ini. Jika terbukti ada anggota Polri yang terlibat — tindak tegas, tanpa pandang bulu, tidak ada kompromi!” tegas Yerri dengan nada menggelegar.

Kerusakan lingkungan pun semakin parah. Hutan hancur, tanah rusak, ekosistem terancam punah. Yerri memperingatkan: jangan sampai kekayaan alam Papua habis diambil orang-orang tak bertanggung jawab, sementara generasi mendatang hanya mewarisi kerusakan dan penderitaan.

“Kasihan hutan kita, kasihan anak cucu kita. Hentikan sekarang juga sebelum semuanya terlambat!”, tutup Yerri Basri Mak.

Jhon