Palangka Raya – Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah (Disdik Kalteng) menegaskan komitmennya mempercepat transformasi pendidikan berbasis digital pada tahun 2026. Hal itu mengemuka dalam kegiatan Halal Bihalal dan ramah tamah yang digelar di Aula Berkah Disdik Kalteng, Senin (5/1/2026).
Plt Kepala Disdik Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, menekankan bahwa insan pendidikan harus berani melakukan terobosan, meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan.
“Jangan pernah takut berinovasi selama kita berada di jalan yang benar. Pendidikan kita hanya bisa maju jika kita berani berubah,” tegasnya.
Menurut Reza, tantangan geografis Kalimantan Tengah yang luas serta keterbatasan tenaga pengajar justru harus dijawab dengan pendekatan teknologi.
Saat ini, Disdik Kalteng mendorong sistem pembelajaran 70 persen digital dan 30 persen konvensional. Melalui skema ini, guru di perkotaan dapat mengajar siswa di wilayah pelosok menggunakan papan tulis digital dan perangkat interaktif.
Sejak 2024 hingga 2025, lebih dari 4.000 unit papan tulis digital telah didistribusikan ke sekolah-sekolah, lengkap dengan dukungan panel surya dan jaringan satelit.
“Ini solusi konkret untuk menjawab kekurangan sekitar 1.500 guru, terutama di daerah pedesaan,” jelasnya.
Selain digitalisasi, Disdik Kalteng juga memperluas program kelas bahasa asing. Tidak hanya Bahasa Inggris dan Eropa, kini ditambah Bahasa Mandarin, Korea, hingga Portugis guna meningkatkan daya saing siswa.
Reza menegaskan, fokus utama tahun 2026 adalah memastikan teknologi pendidikan benar-benar berdampak langsung terhadap kualitas pembelajaran siswa.
“Kalau bisa, provinsi lain yang mencontoh Kalimantan Tengah, bukan sebaliknya,” ujarnya optimistis.
Zulmi



















