Toba, Investigasi.News –
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba bersama Forum Komunikasi Antar Lembaga Adat (FORKALA) menggelar rapat koordinasi di Kantor Bupati Toba, Rabu dini hari (5/11/2025). Rapat ini menjadi pertemuan ketiga sebagai tindak lanjut dari proses pembentukan FORKALA yang akan menaungi lembaga-lembaga adat lintas etnis di Kabupaten Toba.
Pertemuan tersebut membahas persiapan pelantikan FORKALA yang dijadwalkan akan dilaksanakan bersamaan dengan peringatan Hari Ulos pada 12 November 2025.
Rapat dibuka langsung oleh Wakil Bupati Toba, Audi Murphy O. Sitorus, yang dalam arahannya menyampaikan harapan agar FORKALA ke depan dapat menjadi wadah komunikasi dan kerja sama antara pemerintah dan seluruh lembaga adat di daerah itu.
“Kita berharap FORKALA dapat menjadi pihak yang aktif berdiskusi dan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Toba. Melalui forum ini, seluruh etnis dan lembaga adat di Toba bisa terwakili dan berperan dalam menjaga harmoni dan kelestarian budaya daerah,” ujar Wabup Audi Murphy.
Turut hadir dalam rapat tersebut Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Eston Sihotang, Staf Ahli Bupati Bidang Pendidikan, serta perwakilan dari Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Infrastruktur, Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Kepala Bagian Hukum Lukman Siagian, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Toba Rusti Hutapea.
Dari hasil diskusi, disepakati beberapa poin penting, antara lain:
1. Pelantikan FORKALA akan dilaksanakan bersamaan dengan peringatan Hari Ulos pada 12 November 2025.
2. Lembaga-lembaga adat yang tergabung dalam FORKALA merupakan perwakilan dari seluruh subetnis dan marga di Kabupaten Toba.
3. FORKALA akan berperan aktif dalam pelestarian adat dan budaya lokal di Kabupaten Toba.
4. Forum ini diharapkan mampu melestarikan adat istiadat tanpa membebani masyarakat secara ekonomi.
Melalui kehadiran FORKALA, Pemerintah Kabupaten Toba berharap terjalin sinergi lintas etnis yang kuat dalam menjaga nilai-nilai budaya dan memperkokoh persatuan masyarakat.
“Kami ingin FORKALA menjadi jembatan yang mempererat hubungan antar etnis dan lembaga adat, sehingga budaya kita tetap hidup, harmonis, dan menjadi kebanggaan masyarakat Toba,” pungkas Wabup Audi Murphy.
(Octa)






