Populasi Sapi di Pulang Pisau Tembus 10.000 Ekor, Peluang Emas untuk Usaha Peternakan

More articles

Pulang Pisau, Investigasi.news – Sektor peternakan di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, menunjukkan perkembangan yang signifikan. Hingga akhir tahun 2024, populasi sapi di wilayah ini melonjak menjadi 10.000 ekor, naik dari 9.750 ekor pada tahun sebelumnya.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Pulang Pisau, Ibrahim, mengungkapkan bahwa peningkatan ini merupakan hasil sinergi antara program pemerintah dan upaya mandiri para peternak di delapan kecamatan. “Peningkatan populasi ini menjadi indikator positif bahwa potensi peternakan sapi di Pulang Pisau sangat menjanjikan,” ujar Ibrahim, Kamis (6/2/2025).

Menurut Ibrahim, Pulang Pisau memiliki kapasitas yang jauh lebih besar, dengan daya tampung hingga 62.000 ekor sapi, berkat ketersediaan hijauan makanan ternak (HMT) yang melimpah. “Saat ini, masih ada peluang pengembangan hingga 52.000 ekor lagi. Ini adalah peluang emas bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha peternakan sapi,” tambahnya.

Sentra peternakan sapi terbesar berada di empat kecamatan, yaitu Kecamatan Maliku dengan 5.000 ekor sapi, Kecamatan Pandih Batu sebanyak 3.000 ekor, Kecamatan Kahayan Hilir dengan populasi 800 ekor, dan Kecamatan Sebangau Kuala sebanyak 500 ekor sapi. Sementara di Kecamatan Banama Tingang dan Kahayan Tengah, peternakan sapi masih berskala kecil, umumnya sebagai usaha sampingan masyarakat.

Ibrahim menjelaskan bahwa lonjakan populasi sapi ini didorong oleh dua faktor utama, yaitu program bantuan ternak melalui dana pokok pikiran (Pokir) anggota DPRD Pulang Pisau yang rutin dilakukan setiap tahun serta hasil kelahiran dan pengembangbiakan sapi oleh para peternak lokal.

Pengembangbiakan ini dilakukan dengan dua metode, yaitu perkawinan alami dan inseminasi buatan (IB) atau kawin suntik. “Kombinasi antara bantuan pemerintah dan semangat peternak lokal dalam mengembangkan usaha ternak menjadi kunci keberhasilan ini,” terang Ibrahim.

Tidak berhenti sampai di situ, pemerintah Kabupaten Pulang Pisau juga berencana mengembangkan hilirisasi peternakan dengan membangun pasar hewan pada tahun 2026. Pasar ini direncanakan berdiri di Kecamatan Maliku dan Pandih Batu. “Pasar hewan ini diharapkan dapat mempermudah peternak dalam memasarkan hasil ternaknya. Selain itu, retribusi dari pasar tersebut juga bisa menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD),” jelas Ibrahim.

Dengan potensi besar yang dimiliki, sektor peternakan di Pulang Pisau bukan hanya menjadi tumpuan ketahanan pangan lokal tetapi juga peluang strategis untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. “Kami optimis, dengan dukungan penuh dari pemerintah dan semangat para peternak, Pulang Pisau bisa menjadi salah satu sentra peternakan sapi terbesar di Kalimantan Tengah,” tutup Ibrahim penuh harap.

Zulmi

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest