Antisipasi Karhutla, Wabup Pulang Pisau Salurkan Sapras ke 12 MPA

More articles

Pulang Pisau – Mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah ancaman musim kemarau panjang, Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau bergerak cepat memperkuat kesiapsiagaan di tingkat desa. Salah satunya dengan menyalurkan bantuan sarana dan prasarana (sapras) kepada Masyarakat Peduli Api (MPA) sebagai garda terdepan pengendalian kebakaran.

Sebanyak 12 kelompok MPA di Kecamatan Kahayan Hilir dan Kecamatan Maliku menerima bantuan tersebut, yang diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Pulang Pisau, Ahmad Jayadikarta, Kamis (16/4/2026).

Bantuan yang bersumber dari Kementerian Lingkungan Hidup ini diharapkan mampu meningkatkan respons cepat masyarakat dalam menangani kebakaran lahan sejak dini, sebelum meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.

“Bantuan ini kita salurkan untuk memperkuat upaya pengendalian dan penanganan kebakaran lahan, khususnya di desa-desa yang rawan,” ujar Ahmad Jayadikarta.

Ia menegaskan, keberadaan peralatan tersebut harus benar-benar dimanfaatkan secara optimal. MPA diminta tidak hanya menerima, tetapi juga merawat dan memastikan kesiapan alat setiap saat.

“Jangan sampai saat kebakaran terjadi, peralatan tidak siap pakai. Kesiapsiagaan itu kunci, jangan sampai hanya sibuk mencari alat saat api sudah membesar,” tegasnya.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi pencegahan berbasis masyarakat, di mana peran MPA dinilai sangat penting sebagai ujung tombak pengendalian karhutla di wilayah masing-masing.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Pulang Pisau, Godfridson, menyebut bantuan yang diberikan masih terbatas, sehingga penggunaannya harus benar-benar tepat sasaran.

“Ini tahap awal untuk MPA yang sudah terbentuk. Harapannya bisa dimanfaatkan secara maksimal dalam upaya pencegahan kebakaran,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk membuka peluang tambahan bantuan ke depan, mengingat potensi kebakaran lahan di wilayah tersebut masih cukup tinggi.

Apalagi, berdasarkan prediksi BMKG, tahun ini diperkirakan akan terjadi cuaca ekstrem dengan musim kemarau yang lebih panjang. Kondisi ini berisiko meningkatkan potensi kebakaran lahan di sejumlah wilayah di Kabupaten Pulang Pisau.

Dengan penguatan sarana, koordinasi, dan kesiapsiagaan masyarakat, Pemkab Pulang Pisau optimistis upaya pencegahan karhutla dapat berjalan lebih efektif, sehingga dampak kerusakan lingkungan dan gangguan kesehatan akibat asap dapat diminimalkan.

Zulmi

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest