Banner

FGM GKI Konsolidasi Enam Provinsi, Petronela Dorong Lahirnya Pemimpin Muda Papua

More articles

Sorong, Investigasi.News – Semangat kebangkitan generasi muda gereja menggema dari Kota Sorong. Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Forum Generasi Muda (FGM) GKI di Tanah Papua, Petronela Krenak, menegaskan bahwa generasi muda GKI tidak boleh hanya menjadi penonton dalam perjalanan pembangunan Papua, melainkan harus tampil sebagai motor penggerak perubahan, pelayanan, dan kemajuan masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan Petronela usai melantik Dewan Kurator serta Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) FGM GKI dari enam provinsi se-Tanah Papua di Klasis GKI Sorong, Papua Barat Daya, Senin (1/6/2026).

Menurutnya, pelantikan tersebut bukan sekadar agenda seremonial organisasi, tetapi menjadi titik awal konsolidasi besar generasi muda gereja untuk mengambil peran lebih luas dalam menjawab berbagai tantangan sosial, pendidikan, ekonomi, hingga pembangunan sumber daya manusia di Tanah Papua.

“FGM GKI tidak boleh hanya hadir sebagai organisasi formal yang hidup di atas kertas. Organisasi ini harus menjadi ruang lahirnya gagasan-gagasan besar, tempat tumbuhnya kader-kader pemimpin masa depan, serta wadah yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi gereja, masyarakat, dan pembangunan Papua,” tegas Petronela.

Momentum pelantikan yang berlangsung bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila, kata dia, memiliki makna strategis bagi generasi muda Papua untuk terus menjaga nilai persatuan, toleransi, dan gotong royong dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Di tengah berbagai dinamika yang dihadapi Papua, Petronela menilai generasi muda gereja memiliki tanggung jawab moral untuk mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang berintegritas, berkarakter kuat, memiliki kepedulian sosial, serta mampu menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat.

“Generasi muda harus menjadi pelopor. Kita tidak boleh hanya menunggu perubahan datang, tetapi harus menjadi bagian dari perubahan itu sendiri. Gereja harus melahirkan pemimpin-pemimpin muda yang siap mengabdi bagi rakyat dan tanah ini,” ujarnya.

Sebagai langkah awal, FGM GKI akan segera merampungkan penyusunan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) sebagai fondasi organisasi. Selain itu, rapat kerja perdana juga akan digelar guna merumuskan arah kebijakan strategis, program pengembangan sumber daya manusia, pembinaan kepemimpinan, hingga kegiatan pelayanan yang menyentuh kebutuhan generasi muda di berbagai daerah di Papua.

Rapat kerja pertama dijadwalkan berlangsung di Klasis GKI Bintuni, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, yang ditunjuk sebagai tuan rumah. Sedangkan pelantikan panitia pelaksana akan dilaksanakan pada 9 Juni 2026 mendatang.

Petronela menekankan bahwa keberhasilan FGM GKI tidak bertumpu pada figur ketua atau jajaran pengurus semata. Kekuatan organisasi, katanya, akan lahir dari kekompakan, solidaritas, dan semangat gotong royong seluruh anggota.

“Organisasi ini hanya akan besar apabila seluruh pengurus dan anggota bergerak dalam satu visi dan semangat yang sama. Karena itu saya mengajak seluruh generasi muda GKI di Tanah Papua untuk terlibat aktif, saling menguatkan, dan bersama-sama membangun masa depan Papua yang lebih maju dan bermartabat,” katanya.

Ia berharap FGM GKI dapat berkembang menjadi wadah strategis yang tidak hanya mempererat persaudaraan generasi muda gereja, tetapi juga menjadi pusat pembinaan kepemimpinan yang melahirkan generasi Papua yang cerdas, tangguh, dan siap mengabdi bagi gereja, daerah, dan bangsa Indonesia.

Pelantikan Dewan Kurator dan DPW FGM GKI se-Tanah Papua ini sekaligus menjadi simbol kuat lahirnya gerakan konsolidasi generasi muda gereja yang diharapkan mampu memperluas peran mereka sebagai mitra strategis dalam pembangunan sosial, pelayanan kemasyarakatan, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan di Tanah Papua.

Jhon

spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest