Padang – Universitas Negeri Padang (UNP) menjadi tuan rumah pelaksanaan Seminar Pendidikan bertajuk Sinergi Best Practice, Inovasi Sekolah, dan Kerja Sama Global untuk Padang Juara yang digagas Pemerintah Kota Padang di Auditorium UNP, Kamis (6/8/2026).
Seminar menghadirkan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., Wakil Menteri Pendidikan Tinggi Malaysia yang diwakili CEO EMGS (Dirjen) Malaysia, Novie Tajuddin itu merupakan rangkaian peringatan Hari Jadi ke-357 Kota Padang yang mengusung semangat memperkuat kolaborasi internasional untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan berdaya saing global.
Wali Kota Padang Fadly Amran mengatakan pada acara yang juga dihadiri Rektor UNP, Ir. Krismadinata, Ph.D, pemerintah Kota Padang menempatkan pendidikan sebagai salah satu fondasi utama pembangunan daerah melalui Program Unggulan Padang Juara. Program tersebut diarahkan untuk memastikan setiap anak memperoleh kesempatan belajar yang lebih baik tanpa terkendala kondisi ekonomi maupun latar belakang sosial.
Menurutnya keberhasilan Program Padang Juara membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi. Universitas Negeri Padang menjadi salah satu mitra strategis Pemerintah Kota Padang, tidak hanya sebagai tuan rumah seminar pendidikan ini, tetapi juga melalui keterlibatan akademisinya dalam Tim Percepatan Pendidikan Kota Padang Yaitu Prof. Ganefri dan Satria Haris.
“Melalui kerja sama dengan Universitas Negeri Padang, Universitas Andalas, Politeknik Negeri Padang, dan UPI YPTK bersama sembilan universitas di Provinsi Guangdong, Tiongkok, sebanyak 60 mahasiswa terbaik Kota Padang telah dinyatakan lolos seleksi dan mengikuti pembekalan untuk program beasiswa melalui skema 1–2–1,” ujar Fadly.
Ia juga menyampaikan harapan agar dukungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia serta mitra pendidikan dari Malaysia semakin memperkuat kerja sama antarperguruan tinggi. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan mobilitas mahasiswa, pertukaran pengetahuan, riset bersama, hingga pengembangan kapasitas generasi muda yang berdaya saing global.
Kegiatan tersebut , serta diikuti sekitar 2.334 peserta yang terdiri atas kepala sekolah, guru, perguruan tinggi, organisasi pendidikan, dan pemangku kepentingan pendidikan dari berbagai daerah.
Selain menghadirkan keynote speech dari Indonesia dan Malaysia, kegiatan juga diisi dengan penandatanganan nota kesepahaman, pemaparan praktik baik dari satuan pendidikan, serta diskusi mengenai kebijakan, riset, dan inovasi pendidikan.




