Kota Malang, Investigasi.news – Sebanyak 98 pemerintah kota se-Indonesia menghadiri Rembug Fiskal Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2025 yang digelar di Kantor Bapenda Kota Malang, Kamis (6/11/2025). Kegiatan bertema “PAD Kota Kita, Bukan Sekadar Angka” ini dihadiri langsung oleh 6 wali kota, 2 wakil wali kota, dan sejumlah pejabat tinggi daerah lainnya yang mewakili.
Acara yang diinisiasi oleh Sekretariat Pusat APEKSI ini sekaligus menjadi momentum peluncuran buku praktik inovasi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang disusun bersama para anggota APEKSI. Kota Malang dipilih sebagai tuan rumah karena dinilai sukses menjadi contoh daerah yang berhasil memperkuat kemandirian fiskal melalui sistem digitalisasi pajak daerah yang terintegrasi.
Kepala Bapenda Kota Malang, Handi Priyanto, menjelaskan bahwa penunjukan Kota Malang sebagai tuan rumah bukan tanpa alasan. Dalam laporan Kementerian Keuangan Semester I Tahun 2025, Kota Malang tercatat sebagai salah satu dari 10 daerah dengan kenaikan PAD tertinggi di Indonesia.
“Dari sepuluh kota dengan peningkatan PAD tajam versi Kemenkeu, lima di antaranya adalah ibu kota provinsi dan empat lainnya kota penyangga. Satu-satunya yang bukan keduanya adalah Kota Malang. Karena itu, kami dipercaya menjadi tuan rumah,” ujar Handi.
Handi menambahkan, berbagai kegiatan digelar selama acara, mulai dari dialog kebijakan, Focus Group Discussion (FGD), hingga kunjungan lapangan untuk melihat langsung penerapan sistem digitalisasi pajak di Bapenda Kota Malang.
“Digitalisasi pajak daerah terbukti efektif meminimalisir kebocoran dan meningkatkan transparansi penerimaan. Sistem ini membuat pengawasan dan pelayanan pajak lebih cepat, mudah, dan akurat,” jelas Handi.
Keberhasilan transformasi digital itu berbuah manis. Dalam kurun waktu empat tahun, PAD Kota Malang melonjak tajam dari Rp350 miliar pada 2021 menjadi Rp700 miliar pada 2024.
“Artinya rata-rata peningkatan per tahun mencapai Rp70–100 miliar. Lonjakan ini membuktikan sistem digitalisasi kami bekerja optimal,” tegas Handi.
Peningkatan tersebut tidak hanya memperkuat kemandirian fiskal daerah, tetapi juga membuka ruang bagi pembangunan yang lebih berkelanjutan tanpa ketergantungan pada dana pusat.
Kinerja Bapenda Kota Malang mendapat apresiasi dari berbagai kepala daerah. Salah satunya datang dari Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.
“Acara APEKSI ini luar biasa. Kota Malang menjadi contoh nyata bagaimana digitalisasi mampu meningkatkan PAD secara signifikan. Aplikasinya menarik, transparan, dan sudah teruji,” puji Viman.
Ia juga berharap adanya kolaborasi dan pertukaran inovasi antar pemerintah kota agar pengelolaan PAD di seluruh Indonesia semakin efisien dan berdaya saing.
“Mudah-mudahan ke depan ada sinergi antara Kota Tasikmalaya dan Kota Malang. Kita belajar dari yang sudah terbukti berhasil,” tambahnya.
Sebagai tuan rumah, Bapenda Kota Malang tidak hanya menampilkan hasil capaian, tetapi juga memperkenalkan berbagai inovasi unggulan berbasis teknologi. Mulai dari Command Center Pajak, integrasi data lintas sektor, hingga layanan digital pajak daerah yang mudah diakses masyarakat.
Melalui transformasi digital ini, Kota Malang semakin menegaskan diri sebagai kota kreatif, transparan, dan berdaya saing nasional, sejalan dengan visinya untuk menjadi kota modern yang berorientasi pada pelayanan publik berkualitas.
“Kami siap berbagi pengalaman dan menjadi rujukan nasional dalam pengelolaan PAD berbasis digital,” tutup Handi optimis.
Guh

















