YOGYAKARTA – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Herryandi Sinulingga, AP, menunjukkan komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Muba dalam memperjuangkan pembangunan kawasan transmigrasi dengan menghadiri forum strategis nasional Perhimpunan Anak Transmigran Republik Indonesia (PATRI) yang digelar di Yogyakarta, 7–8 Februari 2026.
Kehadiran Herryandi Sinulingga dalam forum tersebut dimanfaatkan untuk mengawal langsung berbagai usulan pembangunan dan pengembangan infrastruktur transmigrasi, khususnya di Kawasan Transmigrasi UPT Air Balui Jud Nganti, Kecamatan Sanga Desa, agar mendapat perhatian dan prioritas dari pemerintah pusat.
Dalam kegiatan tersebut, Kadisnakertrans Muba hadir didampingi Kepala UPT Transmigrasi, Edward Lakasi, serta Ketua DPC PATRI Muba, Irwanto. Kehadiran tim lintas unsur ini menegaskan keseriusan Pemkab Muba dalam memperjuangkan kebutuhan dasar masyarakat transmigran secara terencana dan berkelanjutan.
Fokus Usulan: Konektivitas dan Layanan Dasar
Melalui Disnakertrans Muba, Pemkab Muba secara resmi menyampaikan sejumlah usulan strategis yang berorientasi pada peningkatan konektivitas wilayah dan kesejahteraan sosial masyarakat transmigran, di antaranya:
- Aksesibilitas Wilayah: Pembangunan dan pengecoran jalan induk menuju kawasan transmigrasi Desa Jud I dan Desa Air Balui, termasuk pembangunan jembatan penghubung sebagai penunjang utama aktivitas ekonomi warga.
- Fasilitas Pendidikan dan Kesehatan: Rehabilitasi SD Negeri 4 Firial, SD Negeri 4 Induk UPT Air Balui, serta perbaikan sekolah di 15 titik lainnya. Selain itu, peningkatan layanan kesehatan melalui perbaikan Pustu UPT II Trans Air Balui.
- Hunian dan Pelayanan Publik: Pembangunan rumah relokasi bagi warga korban banjir di kawasan eks transmigrasi, pembangunan musala, serta pengembangan gedung kantor UPT guna mengoptimalkan pelayanan masyarakat.
Sinergi Pemerintah dan Organisasi Masyarakat
Kadisnakertrans Muba, Herryandi Sinulingga, menegaskan bahwa kehadirannya bersama jajaran dan PATRI merupakan bentuk nyata sinergi lintas sektor dalam memperjuangkan hak dan kesejahteraan masyarakat transmigran.
“Kehadiran kami bersama Ketua PATRI Muba dan Kepala UPT Transmigrasi bukan sekadar seremonial. Kami membawa usulan teknis yang konkret agar masyarakat transmigran di Muba mendapatkan fasilitas publik yang layak dan setara,” ujar Herryandi, yang akrab disapa Lingga.
Senada dengan itu, Ketua DPC PATRI Muba, Irwanto, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah proaktif Pemkab Muba melalui Disnakertrans. Ia berharap aspirasi masyarakat transmigran dapat segera diakomodasi oleh kementerian terkait.
“Usulan ini juga akan kami dorong melalui DPR RI agar percepatan pembangunan kawasan transmigrasi bisa segera terealisasi,” tegasnya.
Dorong Kawasan Transmigrasi sebagai Pusat Pertumbuhan Baru
Selain usulan fisik, forum PATRI juga membahas strategi penguatan kawasan transmigrasi melalui revitalisasi wilayah sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan vokasi bagi generasi muda transmigran.
Melalui penyampaian langsung usulan di forum nasional ini, Pemkab Musi Banyuasin berharap Kementerian Transmigrasi RI dapat segera merealisasikan program-program prioritas tersebut, tidak hanya di Kawasan Transmigrasi Air Balui Jud Nganti, tetapi juga di kawasan eks transmigrasi lainnya di Kabupaten Musi Banyuasin, demi peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Herlan
















