Hutama Karya dan Danantara Serahkan 600 Unit Huntara, Pengungsi Aceh Tamiang Masuki Babak Pemulihan Baru

More articles

Aceh Tamiang, Investigasi.news — Harapan baru bagi ratusan keluarga pengungsi bencana di Kabupaten Aceh Tamiang mulai terwujud. Dipimpin PT Hutama Karya (Persero) bersama Danantara Indonesia dan sejumlah BUMN, sebanyak 600 unit Rumah Hunian Danantara (Huntara) resmi diserahterimakan kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, menandai dimulainya fase pemulihan pascabencana yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Serah terima yang berlangsung pada Kamis (8/1) tersebut menjadi tonggak penting bagi warga terdampak yang selama ini berada dalam kondisi darurat. Hunian sementara ini disiapkan sebagai ruang transisi yang aman, layak, dan manusiawi agar masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari secara lebih normal.

Managing Director Stakeholder Management and Communications Danantara, Rohan Hafas, menegaskan bahwa pembangunan huntara bukan sekadar menghadirkan bangunan fisik.
“Pemulihan tidak berhenti pada pembangunan rumah, tetapi bagaimana hunian ini benar-benar memberi ruang bagi keluarga untuk kembali membangun kehidupan,” ujarnya.

Sinergi lintas BUMN dan pemerintah daerah ini juga mendapat apresiasi dari Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya. Ia menilai kolaborasi tersebut sebagai praktik baik penanganan pascabencana.
“Kita bangga melihat kerja bersama seperti ini. Ini contoh yang sangat baik dan bisa direplikasi di daerah lain,” katanya.

Dari tingkat daerah, Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, menyampaikan terima kasih atas kecepatan pembangunan huntara yang dinilai sangat dibutuhkan masyarakat.
“Ini hunian pertama yang kami terima sejak bencana. Masyarakat sudah lama menunggu hunian yang layak. Distribusi akan kami lakukan bertahap, dimulai 100 unit agar proses adaptasi berjalan baik,” ujarnya.

Pembangunan Huntara Danantara ini dimulai pada 24 Desember 2025 dan rampung dalam waktu singkat, sebelum diserahterimakan pada 8 Januari 2026. Hunian dirancang memenuhi standar hunian darurat yang aman dan fungsional, dilengkapi akses air bersih, sanitasi memadai, listrik, serta dukungan layanan kesehatan.

Tak hanya itu, kawasan huntara juga dilengkapi fasilitas pendukung sosial seperti klinik, taman bermain, akses internet, dan listrik gratis, sehingga warga tidak hanya memperoleh tempat tinggal, tetapi juga lingkungan yang mendukung pemulihan fisik dan sosial.

Pasca serah terima, pengelolaan huntara sepenuhnya berada di bawah Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, termasuk penetapan penerima manfaat dan mekanisme penempatan agar tepat sasaran dan berkeadilan.

Direktur Operasional II Hutama Karya, Gunadi, menegaskan pentingnya menjaga mutu dalam pembangunan hunian pascabencana.
“Yang kami bangun bukan sekadar unit, tetapi rumah yang aman dan layak dihuni. Huntara ini diharapkan menjadi ruang transisi agar keluarga bisa kembali beraktivitas dengan nyaman dan aman,” ujarnya.

Selain Aceh Tamiang, Hutama Karya juga memperluas kontribusinya di wilayah lain di Aceh. Saat ini, pembangunan Rumah Hunian Danantara tengah berjalan di Kabupaten Aceh Timur, tepatnya di Kecamatan Simpang Ulim (luas 960 m²) dan Julok (495 m²), dengan total sekitar 45 unit hunian yang dilengkapi fasilitas umum seperti toilet dan dapur umum.

Perluasan pembangunan ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak keluarga terdampak bencana. Dari hunian sederhana inilah, proses pemulihan diharapkan terus bergerak—perlahan namun pasti—menghadirkan harapan baru bagi warga Aceh yang tengah bangkit kembali.

Km

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest