Situbondo, investigasi.news – Pemerintah Desa Kapongan, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo, kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat kurang mampu dengan menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) kepada warga kategori kemiskinan ekstrem, Jumat (8/5/2026).
Penyaluran bantuan tersebut berlangsung di Balai Desa Kapongan dengan suasana tertib dan penuh kekeluargaan. Warga penerima bantuan tampak hadir sejak pagi untuk mengikuti proses pencairan BLT-DD yang telah dijadwalkan oleh pemerintah desa.
Meski tahun ini Dana Desa mengalami pemangkasan yang cukup signifikan, Pemerintah Desa Kapongan tetap berupaya mengalokasikan anggaran untuk masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan.
Sebanyak 9 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima bantuan BLT-DD yang telah ditetapkan berdasarkan hasil pendataan dan verifikasi sesuai petunjuk pelaksanaan serta petunjuk teknis dari pemerintah pusat.
Dalam penyaluran kali ini, masing-masing KPM menerima bantuan untuk tiga bulan sekaligus sebagai upaya pemerintah desa dalam mempercepat penyaluran bantuan kepada masyarakat penerima manfaat.
Kegiatan penyaluran BLT-DD tersebut juga dihadiri Camat Kapongan, Roi Hidayat, Kepala Desa Kapongan Hendro Adi Suryono, Ketua BPD Dedi Suherman, pendamping desa, Bhabinkamtibmas, serta Babinsa Desa Kapongan.
Kehadiran unsur pemerintah kecamatan dan lembaga desa tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap program bantuan sosial bagi masyarakat miskin ekstrem di Desa Kapongan.
Kepala Desa Kapongan, Hendro Adi Suryono, mengatakan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah desa terhadap masyarakat miskin ekstrem agar tetap mendapatkan perhatian di tengah kondisi keterbatasan anggaran.
Menurut Hendro, pemerintah desa berusaha semaksimal mungkin agar program bantuan sosial tetap berjalan meskipun nominal Dana Desa yang diterima tahun ini mengalami pengurangan dibanding tahun sebelumnya.
Ia menegaskan bahwa penyaluran BLT-DD dilakukan secara transparan dan tepat sasaran agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan.
“Walaupun Dana Desa mengalami pemangkasan, kami tetap mengutamakan masyarakat miskin ekstrem sesuai aturan yang berlaku. Penyaluran ini juga diberikan untuk tiga bulan sekaligus agar dapat membantu kebutuhan warga,” ujar Hendro Adi Suryono saat memberikan sambutan.
Camat Kapongan, Roi Hidayat, mengapresiasi langkah Pemerintah Desa Kapongan yang tetap berupaya menyalurkan bantuan kepada masyarakat meskipun berada di tengah keterbatasan anggaran desa.
Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus menjaga stabilitas sosial di lingkungan desa.
Para penerima bantuan tampak menerima bantuan dengan rasa syukur. Sebagian warga mengaku bantuan tersebut sangat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah kondisi ekonomi yang masih belum stabil.
Salah satu warga penerima BLT-DD mengaku senang karena pemerintah desa masih memberikan perhatian kepada masyarakat kecil meskipun kondisi anggaran sedang terbatas.
“Kami sangat terbantu dengan adanya bantuan ini. Apalagi diterima tiga bulan sekaligus sehingga bisa dipakai untuk kebutuhan keluarga,” ungkap salah satu penerima manfaat.
Kegiatan penyaluran BLT-DD tersebut turut mendapatkan pengawasan dari pendamping desa yang selama ini aktif mendampingi pelaksanaan program Dana Desa agar berjalan sesuai aturan.
Selain itu, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Kapongan juga ikut memantau jalannya kegiatan guna memastikan proses penyaluran berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Kehadiran seluruh unsur tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga transparansi serta akuntabilitas penyaluran bantuan kepada masyarakat penerima manfaat.
Pemerintah Desa Kapongan berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban ekonomi masyarakat penerima manfaat, terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok keluarga.
Penyaluran BLT-DD di Desa Kapongan tersebut berlangsung lancar hingga selesai dan menjadi bukti nyata bahwa pemerintah desa tetap hadir untuk masyarakat, khususnya bagi warga yang masuk kategori miskin ekstrem. (Agus)



















