Sawahlunto, Investigasi.news – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sawahlunto meminta kejelasan pemerintah kota Sawahlunto terkait Ikon Pariwisata Sawahlunto sudah mulai dilupakan seperti Mak Itam, Waterboom, 4 dimensi yang dulunya menjadi kebanggaan Sawahlunto.
Hal itu disampaikan anggota DPRD Kota Sawahlunto Benny Ricardo Rizal pada Rapat paripurna DPRD Kota Sawahlunto terkait Ranperda Rencana Pembangunan Jangka Menegah Daerah Kota Sawahlunto Tahun 2025 – 2029 yang dipimpin Ketua DPRD Kota Sawahlunto Susi Haryati, Selasa (8/7/2025)
Pada paripurna yang dihadiri Wakil Wali Kota Sawahlunto Jeffry Hibatullah itu politisi muda Partai Golkar ini mempertanyakan bagaimana kondisi Loko Uap “mak itam” , waterboom Muara kalaban dan 4 dimensi saat ini.
” Bagaimana langkah keberlanjutan perusahaan pemerintah PT WWS dalam mengelola kepariwisataan Kota Sawahlunto” katanya pada paripurna yang juga dihadiri Forkopimda, Setdako dan Kepala OPD Kota itu.
Benny menyakini, adanya kebijakan pariwisata dan ekonomi kreatif dalam RPJMD 2025-2029 melibatkan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program serta kegiatan yang bertujuan untuk mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Fraksinya menilai, kebijakan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pengembangan destinasi wisata, pemasaran, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kelembagaan. Kami yakin pemerintah serius kembali membangun kepariwisataan Kota Sawahlunto yang 5 tahun terakhir mati suri.
Terkait Loko Uap ” Mak itam” pemerintah kota Sawahlunto menjajaki kembali kerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) terkait pengoperasian Lokomotif Uap E1060 itu.
Sekretaris Daerah Kota Sawahlunto, Rovanly Abdams, sebelumnya menerima langsung kunjungan Manager Partnership and Participation PT KAI beserta tim di Balaikota.
Mak Itam adalah simbol warisan sejarah Sawahlunto dan daya tarik wisata utama. Kehadirannya tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memperkuat identitas kota sebagai warisan dunia, baik di tingkat nasional maupun internasional,” tegas Sekdako Rovanly.
Ia menambahkan bahwa pihaknya berharap operasional Mak Itam bisa segera diaktifkan kembali, minimal dalam waktu dekat, untuk mendukung pelaksanaan We Are Site Manager Symposium, sebuah ajang internasional yang akan menghadirkan delegasi dari berbagai Negara. (Tumpak)


















