SITUBONDO, investigasi.news – Kesempatan masyarakat untuk memperoleh penjelasan langsung terkait polemik layanan kesehatan di Kabupaten Situbondo belum terwujud. Ketua DPC PDI Perjuangan (PDIP) Situbondo, Andi Handoko, yang dijadwalkan menjadi salah satu pemateri dalam Forum Rebbhuwen di Pendopo Rakyat Situbondo, Rabu (8/7/2026), tidak hadir hingga acara berakhir.
Forum Rebbhuwen digelar sebagai ruang dialog terbuka yang mempertemukan pemerintah, tokoh masyarakat, dan warga untuk membahas berbagai isu strategis daerah, termasuk persoalan pelayanan kesehatan yang belakangan menjadi perhatian publik.
Panitia penyelenggara menyampaikan bahwa undangan resmi kepada DPC PDIP Situbondo telah dikirimkan pada Selasa (7/7/2026), sehari sebelum pelaksanaan forum. Dengan demikian, panitia memastikan pihak yang diundang telah menerima pemberitahuan mengenai agenda tersebut.
Namun, hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai, Andi Handoko maupun perwakilan DPC PDIP Situbondo tidak terlihat hadir untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat.
Ketidakhadiran narasumber dari PDIP menjadi sorotan peserta forum. Pasalnya, sebelumnya Fraksi PDIP DPRD Situbondo dalam rapat paripurna telah menyampaikan pandangan umum mengenai kondisi keuangan tiga rumah sakit daerah (RSUD).
Dalam forum resmi DPRD tersebut, fraksi juga mengemukakan adanya warga yang disebut terpaksa menjual sapi maupun kambing, bahkan meminjam uang kepada rentenir demi memperoleh layanan kesehatan. Pernyataan itu kemudian memicu beragam respons dari masyarakat dan sejumlah elemen sipil karena menyangkut pelayanan kesehatan sebagai kebutuhan dasar masyarakat.
Banyak pihak menilai Forum Rebbhuwen merupakan momentum yang tepat untuk menjelaskan dasar data, konteks penyampaian pernyataan, sekaligus membuka ruang diskusi mengenai solusi atas persoalan yang berkembang.
Harapan masyarakat untuk memperoleh penjelasan secara langsung pun belum terpenuhi. Kursi yang telah disiapkan bagi pemateri dari PDIP tetap kosong hingga forum ditutup.
Salah seorang peserta forum, Lukman, mengaku kecewa atas ketidakhadiran Ketua DPC PDIP Situbondo maupun perwakilan partai tersebut.
«”Padahal ini forum yang bagus. Masyarakat bisa langsung berkomunikasi dengan pejabat,” ujarnya di sela kegiatan.»
Menurut Lukman, kehadiran narasumber dari pihak yang sebelumnya menyampaikan pernyataan sangat penting agar masyarakat memperoleh penjelasan secara utuh.
«”Kami datang berharap mendapatkan penjelasan langsung. Kalau isu yang disampaikan sudah menjadi perhatian publik, seharusnya ada ruang dialog agar masyarakat tidak hanya menerima potongan informasi,” katanya.»
Ia menambahkan, forum terbuka seperti Rebbhuwen semestinya dimanfaatkan sebagai sarana berdiskusi secara transparan dan menjawab berbagai pertanyaan masyarakat.
«”Justru forum seperti Rebbhuwen ini tempat yang tepat untuk berdiskusi secara terbuka,” tuturnya.»
Menurutnya, kehadiran narasumber dari berbagai unsur juga akan membantu masyarakat memperoleh informasi yang berimbang sehingga pembahasan tidak berhenti pada perdebatan di ruang publik.
Meski tanpa kehadiran pemateri dari PDIP, panitia tetap melanjutkan jalannya diskusi sesuai agenda bersama narasumber lain. Dalam forum tersebut, peserta tetap menyampaikan pertanyaan, masukan, dan pandangan mengenai pelayanan kesehatan di Kabupaten Situbondo serta berbagai tantangan yang masih dihadapi masyarakat.
Hingga berita ini ditulis, belum ada penjelasan resmi dari Andi Handoko mengenai alasan ketidakhadirannya dalam Forum Rebbhuwen. Upaya konfirmasi kepada Ketua Fraksi PDIP DPRD Situbondo juga belum memperoleh tanggapan.
Bagi warga yang hadir, forum publik bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang akuntabilitas bagi pejabat dan elite politik untuk menjelaskan kebijakan maupun pernyataan yang telah disampaikan kepada masyarakat. Ketika kesempatan berdialog tidak dimanfaatkan, berbagai pertanyaan publik mengenai polemik layanan kesehatan di Kabupaten Situbondo pun masih menunggu jawaban secara langsung.
(Agus)



