Malut, Investigasi.news-, Tenaga Ahli (TA) di Fraksi Demokrat DPRD Kepulauan Sula, Darmawan Buamona, akhirnya angkat bicara menimpali pernyataan Staf Ahli atau Tenaga Ahli Ketua DPRD Kepulauan Sula, Sahrul Ipa yang menyindir Kunjungan Kerja (kunker) Masmina Ali Umacina pada Rabu 7/10/2025 ke beberapa titik jembatan yang putus akibat terjangan banjir dari hujan deras beberapa hari belakangan ini, kunjungan ini ke daerah pemilihan (dapil) Masmina di Pulau Mangoli, termasuk di Desa Capalulu-Wai U yang juga jembatan penghubung kedua desa itu terputus.
“Kunjungan Ibu Dewan Masmina adalah bagian dari kerja nyata sebagai wakil rakyat (masyarakat), konteksnya adalah bagaimana melihat kondisi masyarakat dengan berbagai problemnya, kemudian menyerap aspirasi masyarakat”, ujar Darmawan kepada awak media investigasi (9/10).
Anggota DPRD Sula Masmina Ali Umacina dari Fraksi Demokrat, diketahui melakukan kunjungan kerja didaerah pemilihannya menyusul adanya kabar terjadi bencana alam dibeberapa titik di Kepulauan Sula, akibat curah hujan yang cukup tinggi beberapa hari belakangan ini, dan Masmina bukan hanya sendiri, tapi juga dengan beberapa anggota DPRD dari dapil yang sama.
“Lalu kalo kejadian jembatan ambruk satu bulan yang lalu, kemudian Masmina sebagai anggota DPRD mengunjungi lokasi kerusakan tersebut, salahnya dimana?”, tanya Darmawan TA F-Demokrat DPRD Kepulauan Sula.
Menurutnya, persoalan komisi adalah bagian dari struktur legislatif, namun sebagai anggota DPRD ini menjadi bagian dari tanggung jawab yang harus diemban.
“Seharusnya Komisi maupun dapil tidak menjadi batasan atau penghalang yang harus dipersiapkan dari corak berpikir yang menurut saya, tidak kritis. Karena sejatinya 25 Anggota DPRD Sula itu punya masyarakat Sula, dan menjadi wakil rakyat Sula, tidak berdasarkan komisi maupun dapil, nanti ketika kita berbicara tupoksi kerja, dan basis pemilih baru kita bahas masalah komisi atau dapil”, lanjut Darmawan.
Lebih lanjut kata Darmawan, meskipun Masmina ada di Komisi I yang tidak ada kaitannya dengan infrastruktur yang ada di Komisi III namun minimal dengan mengetahui persoalan, Masmina bisa melakukan komunikasi lintas komisi, atau rekan sesama DPRD untuk mendorong percepatan perbaikan jembatan atau infrastruktur tersebut.
Jangan kemudian menuding Ibu Masmina hanya teriak di medsos, ini yang menurut saya salah dan malah tidak bijak bermedia sosial, medsos menjadi salah satu wadah untuk siar informasi, dan itu tidak salah sepanjang informasi yang disebarkan bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya, tutup Darmawan Buamona, TA F-Demokrat DPRD Kepulauan Sula.









