Banner

Di Penghujung Pengabdian di Pidie Jaya, AKBP H. Ahmad Paisal Pasaribu: “Keberhasilan Ini Milik Kita Semua”

More articles

Pidie Jaya, Investigasi.News – Setiap pemimpin pada akhirnya akan meninggalkan sebuah tempat. Namun, tidak semua meninggalkan jejak yang dikenang. Menjelang berakhirnya masa pengabdian sebagai Kapolres Pidie Jaya, AKBP H. Ahmad Paisal Pasaribu, S.H., S.I.K., M.H. memilih menutup lembar tugasnya bukan dengan berbicara tentang jabatan, melainkan tentang kebersamaan, pengabdian, dan kepercayaan masyarakat yang selama ini menjadi fondasi setiap langkah kepemimpinannya.

Di ruang kerjanya yang sederhana, Sabtu (10/7/2026), suasana wawancara bersama Investigasi.News berlangsung hangat. Tidak ada kesan seorang pejabat yang sedang menghitung capaian pribadi. Sebaliknya, AKBP Ahmad Paisal berkali-kali menegaskan bahwa setiap keberhasilan yang diraih Polres Pidie Jaya lahir dari kekompakan seluruh unsur, mulai dari personel Polri, TNI, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga masyarakat Pidie Jaya sendiri.

“Saya hanya dipercaya memimpin. Adapun keberhasilan yang ada merupakan hasil kerja bersama. Tanpa dukungan semua pihak, tentu tidak akan mungkin tercapai,” ungkapnya.

Masa kepemimpinan AKBP Ahmad Paisal memang diwarnai berbagai tantangan yang tidak ringan. Bahkan, sejak hari-hari pertama mengemban amanah sebagai Kapolres, ia langsung dihadapkan pada agenda besar pengamanan Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang kemudian berlanjut dengan pelaksanaan Pilkada di tengah dinamika politik yang cukup tinggi.

Meski demikian, berkat pendekatan yang mengedepankan koordinasi, komunikasi, dan profesionalisme seluruh personel, seluruh tahapan pesta demokrasi tersebut mampu berlangsung aman, damai, dan kondusif.

“Sejak pertama bertugas saya langsung menghadapi pengamanan PSU, kemudian Pilkada. Dinamikanya cukup tinggi karena masing-masing pasangan calon memiliki kekuatan pendukung. Alhamdulillah semuanya dapat berjalan aman, tertib, dan lancar,” tuturnya.

Tidak hanya fokus menjaga stabilitas keamanan, AKBP Ahmad Paisal juga berupaya menyelesaikan persoalan-persoalan yang selama bertahun-tahun menjadi keluhan masyarakat. Salah satunya adalah penertiban hewan ternak yang berkeliaran di jalan raya dan kawasan perkantoran.

Alih-alih mengedepankan tindakan represif, ia memilih membangun kesadaran bersama melalui musyawarah dengan seluruh aparatur desa agar lahir aturan yang dipatuhi masyarakat secara sukarela.

Hasilnya mulai terlihat. Jalan-jalan yang sebelumnya dipenuhi ternak kini jauh lebih tertib, sementara julukan Pidie Jaya sebagai daerah yang memiliki “kandang sapi terpanjang” perlahan tinggal menjadi cerita.

“Kami mengajak seluruh aparatur desa bersama-sama mencari solusi. Ketika masyarakat ikut memiliki aturan itu, mereka juga ikut menjaganya,” jelasnya.

Komitmen pelayanan itu kembali diuji ketika Kabupaten Pidie Jaya dipercaya menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Aceh. Puluhan ribu pengunjung memadati lokasi kegiatan, menghadirkan tantangan besar bagi aparat keamanan.

Di bawah komando AKBP Ahmad Paisal, pengamanan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pemondokan kafilah, arena utama, jalur lalu lintas, hingga sentra UMKM. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib tanpa gangguan yang berarti.

Bagi AKBP Ahmad Paisal, tugas kepolisian tidak berhenti pada menjaga keamanan. Saat bencana hidrometeorologi melanda Pidie Jaya pada akhir tahun lalu, seluruh personel Polres bergerak cepat membantu masyarakat.

Evakuasi terhadap warga, khususnya lansia dan anak-anak, dilakukan sejak hari pertama. Bersamaan dengan itu, koordinasi terus dibangun bersama Polda Aceh, Mabes Polri, dan pemerintah agar bantuan kemanusiaan segera tiba kepada masyarakat terdampak.

“Yang paling penting saat itu adalah memastikan masyarakat merasa tidak sendirian menghadapi musibah. Polisi harus hadir bersama rakyat, bukan hanya ketika situasi aman, tetapi juga saat masyarakat sedang mengalami kesulitan,” katanya.

Pendekatan humanis yang selama ini menjadi ciri kepemimpinannya juga menjadi alasan mengapa sosok AKBP Ahmad Paisal dikenal dekat dengan masyarakat. Baginya, membangun keamanan bukan semata melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui kedekatan, komunikasi, dan saling menghormati.

“Saya selalu berusaha menjalin silaturahmi dengan ulama, tokoh masyarakat, pemerintah daerah, dan seluruh warga. Pidie Jaya memiliki masyarakat yang ramah, santun, dan sangat terbuka. Hubungan baik inilah yang menjadi kekuatan kita menjaga situasi tetap kondusif,” ujarnya.

Momen Kapolres Pidie Jaya, AKBP H. Ahmad Paisal Pasaribu, S.H., S.I.K., M.H. saat berbincang – bincang dengan Herry Kaperwil Investigasi.News Wilayah Aceh di ruang kerjanya, Sabtu (10/7/2026). Foto: Ist

Di penghujung masa tugasnya, AKBP Ahmad Paisal tidak meninggalkan pesan yang muluk. Ia hanya berharap semangat kebersamaan yang telah terbangun selama ini terus dijaga oleh seluruh jajaran Polres Pidie Jaya.

“Teruslah hadir di tengah masyarakat dengan hati yang tulus. Jadikan setiap tugas sebagai bentuk pengabdian. Pertahankan semangat Polres Pidie Jaya yang TANGGUH (Tanggap, Unggul, dan Humanis) agar kehadiran Polri benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.”

Bagi AKBP H. Ahmad Paisal Pasaribu, jabatan mungkin memiliki batas waktu. Namun, kepercayaan masyarakat, kebersamaan yang telah dibangun, serta nilai-nilai pengabdian yang ditanamkan akan menjadi warisan yang jauh lebih berarti daripada sekadar catatan masa jabatan.

Herry

spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest