Jember, Investigasi.News- Aksi damai yang digelar oleh Forum Komunikasi Masyarakat Cinta Jember (FKMCJ) di depan Gedung DPRD Kabupaten Jember berujung ricuh pada Senin (10/8/2026).
Demonstrasi yang awalnya berjalan tertib guna menolak rencana utang Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember sebesar Rp786 miliar tersebut dinodai oleh dugaan aksi kekerasan berupa pencekikan oleh oknum Kepala Desa (Kades) terhadap salah satu anggota forum.
Koordinator FKMCJ, Jumantoro, menyayangkan insiden buruk ini. Menurutnya, situasi memanas ketika sekelompok kepala desa mendatangi gedung DPRD untuk menghadiri rapat dengar pendapat terkait persetujuan pinjaman daerah.
Ketegangan mulai memuncak hingga memicu situasi tidak kondusif yang nyaris berujung pada baku hantam antar-massa di lokasi kejadian.
Jumantoro menjelaskan bahwa sejak awal massa FKMCJ telah berkomitmen penuh untuk menyampaikan aspirasi secara santun dan mematuhi seluruh aturan hukum yang berlaku.
Namun, kehadiran oknum kades di tengah jalannya aksi justru memperkeruh suasana.Dugaan tindakan fisik berupa pencekikan kepada salah satu peserta aksi damai langsung menyulut emosi massa pendemo.
“Ini merupakan insiden buruk. Kita sudah lakukan aksi dengan santun dan sesuai aturan, akan tetapi ada oknum kades yang membuat suasana menjadi tidak kondusif,” tegas Jumantoro dengan nada kecewa.
Tidak terima dengan tindakan represif dan premanisme tersebut, Jumantoro bersama korban langsung mendatangi Markas Kepolisian Resor (Polres) Jember untuk membuat laporan resmi.
Langkah hukum ini diambil sebagai bentuk ketegasan bahwa kekerasan dalam ruang demokrasi tidak dapat ditoleransi.
Melalui laporan tersebut, Jumantoro mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk mengusut tuntas kasus ini tanpa pandang bulu. Ia berharap proses hukum yang berjalan dapat memberikan efek jera, sekaligus menjadi pelajaran keras bagi para pejabat publik di tingkat desa.
“Kami berharap kasus ini diusut tuntas oleh aparat penegak hukum, agar kedepannya tidak ada lagi oknum kades yang wat megawat (semena-mena/arogan),” pungkas tokoh petani Jember tersebut.




