Padang, Investigasi.news — PT Hutama Karya (Persero) resmi mengumumkan perubahan jajaran direksi dan dewan komisaris melalui Surat Nomor OT.02/SD-306/DU.SP/2025 tentang Informasi Perubahan Direksi dan Dewan Komisaris PT Hutama Karya (Persero), yang ditandatangani oleh EVP Sekretaris Perusahaan Mardyansah pada 3 November 2025.
Dalam surat tersebut, disampaikan bahwa Koentjoro ditetapkan sebagai Direktur Utama PT Hutama Karya (Persero), menggantikan Budi Harto yang sebelumnya menjabat posisi tersebut. Penetapan ini tertuang dalam keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan nomor SK-51/MBU/02/2021 tanggal 25 Februari 2021, di mana Koentjoro sebelumnya menjabat sebagai Direktur Operasi III.
Perubahan ini merupakan bagian dari langkah strategis perusahaan dalam memperkuat struktur kepemimpinan guna mendukung pelaksanaan Program Strategis Nasional (PSN) di sektor infrastruktur, khususnya dalam pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).
Sebagai Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), Hutama Karya memiliki peran penting dalam pembangunan infrastruktur konektivitas nasional. Bidang usaha perusahaan meliputi konstruksi, pengusahaan jalan tol, pabrikasi, penyewaan, jasa keagenan, investasi, perdagangan, serta pengembangan kawasan dan layanan teknologi informasi.
Dalam keterangan tertulis yang diterima Investigasi.news, Direktur Utama PT Hutama Karya (Persero) Koentjoro menyampaikan bahwa perusahaan berkomitmen penuh mendukung percepatan pembangunan infrastruktur yang menjadi prioritas pemerintah.
“Hutama Karya siap menghadirkan konektivitas yang merata di seluruh Pulau Sumatera melalui pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Proyek Strategis Nasional 2026 menjadi prioritas utama kami karena memiliki nilai strategis tinggi serta manfaat ekonomi dan sosial yang luas bagi masyarakat,” ujar Koentjoro.
Salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah pembangunan Jalan Tol Sicincin–Koto Kampar, yang masuk dalam Tahap II pengembangan JTTS. Koentjoro menjelaskan bahwa proyek tersebut kini memasuki tahap kajian lanjutan mencakup aspek teknis, finansial, dan perizinan sesuai regulasi yang berlaku.
“Kami akan terus bersinergi dengan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, serta kementerian dan lembaga terkait untuk memastikan kelancaran pelaksanaan proyek,” tambahnya.
Lebih lanjut, Koentjoro menegaskan bahwa seluruh proyek strategis yang dijalankan Hutama Karya akan dilaksanakan sesuai dengan standar tertinggi, baik dari sisi kualitas, keselamatan, maupun keberlanjutan.
“Dengan pengalaman panjang dalam membangun dan mengoperasikan jalan tol, Hutama Karya akan terus memperkuat kompetensi, teknologi konstruksi, dan tata kelola proyek yang akuntabel. Dengan dukungan regulasi dan kebijakan pemerintah, kami optimistis seluruh proyek dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat,” jelasnya.
Menutup pernyataannya, Koentjoro menegaskan bahwa Hutama Karya akan terus tumbuh sebagai Indonesia’s Most Valuable Infrastructure Developer, yaitu pengembang infrastruktur yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga nilai keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat.
“Melalui visi tersebut, Hutama Karya akan terus menghadirkan karya terbaik bagi negeri, membangun infrastruktur yang menghubungkan wilayah, menggerakkan ekonomi, dan memberikan kemanfaatan sebesar-besarnya bagi Indonesia,” pungkasnya. Km










