Sawahlunto, Investigasi.news – Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 KPRI Ikhlas Beramal (Ikmal) Kemenag Sawahlunto dilaksanakan pada Rabu (11/3) di Saka Ombilin Heritage, Kota Sawahlunto. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pengurus, pengawas, serta anggota koperasi.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Sawahlunto, Dr. H. Dedi Wandra, M.A dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam perkembangan koperasi. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Yoserizal dari Dewan Koperasi Indonesia Daerah serta kepada perwakilan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kota Sawahlunto yang telah hadir.
Kakankemenag menekankan bahwa kesuksesan koperasi tidak terlepas dari kerja sama seluruh anggota. Ia mengingatkan agar koperasi tidak berhenti berinovasi demi kemajuan organisasi dan peningkatan kesejahteraan anggota.
Dewan Koperasi Indonesia Daerah menyampaikan pentingnya peningkatan kualitas hidup anggota melalui pengetahuan, kesehatan fisik, dan mental.
Ditekankan bahwa keberhasilan koperasi sangat dipengaruhi oleh profesionalitas pengurus dan pengawas serta partisipasi aktif anggota.
Pengurus dan pengawas merupakan kunci utama dalam menjaga keberlangsungan koperasi dengan menjunjung tinggi kejujuran dan integritas serta menjalankan operasional sesuai standar operasional prosedur. Ia juga mengingatkan bahwa banyak koperasi mengalami kemunduran karena tidak menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan, seperti terjadinya piutang macet.
Selain itu, Yoserizal juga mendorong pemanfaatan teknologi informasi dalam pengelolaan koperasi. Digitalisasi koperasi dinilai dapat meningkatkan efisiensi dan nilai jual koperasi di tengah perkembangan zaman.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kota Sawahlunto, Tatang Sumarna menyampaikan bahwa secara umum pertumbuhan kelembagaan koperasi di Kota Sawahlunto cukup baik.
Dia mengingatkan pentingnya pengelolaan koperasi oleh sumber daya manusia yang memahami prinsip dan regulasi perkoperasian. Ia juga menyoroti pentingnya kaderisasi agar keberlangsungan koperasi tetap terjaga. ( Tumpak )








