Iklan muba

Hadiri Rakor Nasional, Pemprov Kalteng Perkuat Stabilitas Harga dan Budaya Integritas

More articles

Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus memperkuat budaya integritas melalui pendidikan antikorupsi.

Komitmen tersebut disampaikan saat mengikuti secara virtual Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2026 dan Launching Buku Panduan serta Bahan Ajar Pendidikan Antikorupsi bersama Kementerian Dalam Negeri RI, dari Ruang Rapat Bajakah Lantai II Kantor Gubernur Kalteng, Senin (11/05/2026).

Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Yuas Elko. Kegiatan ini turut diikuti jajaran kementerian/lembaga, kepala daerah se-Indonesia, Forkopimda, serta instansi vertikal.

Rakor dipimpin Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Tomsi Tohir yang menekankan pentingnya langkah konkret pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi, terutama terhadap komoditas pangan strategis yang mengalami kenaikan harga di sejumlah wilayah.

Tomsi meminta seluruh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) aktif turun ke lapangan guna mengidentifikasi persoalan distribusi dan menjaga stabilitas harga agar tidak terjadi disparitas antarwilayah.

“Pemerintah daerah harus mampu melihat titik kesulitan di lapangan dan segera mengambil langkah penyelesaian. Jangan biarkan masyarakat menanggung sendiri dampak kenaikan harga kebutuhan pokok,” tegasnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sejumlah komoditas tercatat mengalami kenaikan harga di berbagai daerah, di antaranya cabai merah di 242 kabupaten/kota, minyak goreng di 214 daerah, bawang merah di 169 daerah, gula pasir di 125 daerah, serta beras di 105 daerah.

Menanggapi hal tersebut, Yuas Elko menegaskan Pemprov Kalteng terus memperkuat sinergi bersama seluruh pemangku kepentingan guna menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga bahan pokok bagi masyarakat.

Menurutnya, langkah antisipatif terus dilakukan melalui pengawasan distribusi BBM dan LPG subsidi, optimalisasi pasar murah, serta penguatan koordinasi bersama Bulog, Bank Indonesia, aparat keamanan, dan perangkat daerah terkait menjelang Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah.

“Seluruh perangkat daerah yang membidangi pengendalian inflasi wajib bergerak cepat dan responsif terhadap kondisi di masyarakat agar kebutuhan pokok tetap tersedia dan mudah dijangkau,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya pengawasan distribusi LPG subsidi 3 kilogram agar tepat sasaran dan tidak memicu lonjakan harga di tengah masyarakat.

Selain membahas pengendalian inflasi, rakor tersebut juga dirangkaikan dengan peluncuran Buku Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Antikorupsi Tahun 2026.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pendidikan antikorupsi merupakan bagian penting dalam membangun karakter bangsa dan memperkuat integritas generasi muda sejak dini.

Menurutnya, pendidikan tidak hanya berfokus pada pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga pembentukan karakter, kejujuran, dan budaya integritas yang diterapkan melalui pembelajaran maupun lingkungan sekolah.

“Sekolah harus menjadi teladan budaya jujur, budaya bersih, dan budaya bebas korupsi yang dimulai sejak usia dini,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus menyampaikan bahwa pendidikan antikorupsi merupakan bagian dari implementasi visi Asta Cita Presiden RI dalam memperkuat reformasi birokrasi dan pencegahan korupsi secara sistemik.

Ia menyebutkan, Indeks Persepsi Korupsi Indonesia tahun 2025 berada pada skor 34 dari 100 dan menempati peringkat 109 dari 182 negara. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah untuk memperkuat langkah preventif melalui pendidikan karakter dan integritas sejak dini.

“Pemberantasan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga harus menyentuh pembentukan karakter melalui pendidikan antikorupsi,” tegasnya.

Wamendagri juga meminta seluruh pemerintah daerah segera menyusun regulasi turunan dan mengintegrasikan pendidikan antikorupsi dalam kurikulum sekolah, baik melalui kegiatan intrakurikuler maupun ekstrakurikuler.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua KPK Setyo Budiyanto, Kepala Bulog Kanwil Kalteng Erwin Budiana, perwakilan Kodam XXII/Tambun Bungai, instansi vertikal, serta perwakilan perangkat daerah di lingkungan Pemprov Kalteng. (Zulmi)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest