Banner

Proyek Pembangunan Gedung Kuliah ISI Putus Kontrak Lagi, PPK Bungkam, APH diminta Usut Proyek Ongkos Kampus ISI?

More articles

Padang Panjang, investigasi.news – Proyek Pekerjaan Pembangunan Gedung Kuliah Bersama Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang dengan nomor kontrak 065/177/PPK-II/2026 sebelumnya mengalami deviasi atau keterlambatan. Proyek yang dimulai sejak 6 Februari 2026 lalu itu dengan nilai kontrak Rp. 12.766.766.217,- dan waktu pelaksanaan 180 hari kalender yang bersumber dari dana DIPA ISI Tahun Anggaran 2026 akhirnya Putus Kontrak dan pekerjaan pun kini terhenti total.

Apa penyebab putus kontrak proyek gedung kuliah ISI itu hingga kini menyisakan persoalan, sebabnya, sebelum dilakukan nya pekerjaan banyak sumber menyebut bahwa Rekanan Pelaksana hanya mengharapkan Proyek Ongkos saja, alih-alih melaksanakan sampai tuntas, malah justru sebaliknya di penghujung masa kontrak tidak mampu menyelesaikan

Parahnya lagi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Hamdani Agus tidak bisa terhubung dan malah memblok nomor ponsel media yang hendak konfirmasi

Begitu juga pihak terkait di Rektorat Kampus ISI itu, lebih memilih bungkam. Putus kontraknya proyek itu jauh hari sudah di prediksi banyak pihak, bahkan sumber yang minta tidak ditulis namanya menyebut bahwa, setiap kali proyek di kampus ISI itu bermasalah, seperti pembangunan gedung kuliah di Tarok City padang Pariaman sebesar Rp. 38 Milyar lebih entah apa pertanggung jawabannya, sepertinya PPK melenggang bebas seperti itu saja.

Kini putus lagi kontrak proyek yang dikerjakan CV. Bumi Palapa Perkasa, kalau seperti ini terus menerus tentu publik bertanya ada apa dibalik proyek mercusuar di kampus ISI itu? Kenapa PPK bermasalah yang diragukan integritasnya dipercaya lagi sebagai PPK? Atau jangan-jangan ada permainan dibalik penunjukan PPK dengan PA?

DIBERITAKAN SEBELUMNYA

Dibungkus Proyek Pendampingan, Agus Ngaku Keterlambatan Proyek ISI itu Hal Biasa

Kontraktor pelaksana dari PT. Bumi Palapa Perkasa dan konsultan pengawas CV. Restu Graha Cipta katakan, keterlambatan pekerjaan pembangunan gedung kuliah bersama kampus ISI Padang Panjang itu sudah menjadi hal yang biasa

itu disampaikan Agus Supriyono selaku Direktur Utama PT. Bumi Palapa Perkasa sekaligus yang menandatangani kontrak pekerjaan dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Hamdani Agus.

Dalam penyampaian Agus Supriyono dihubungi media Sabtu (30/05) malam melalui sambungan telpon ke selularnya, keterlambatan proyek itu hal biasa dan tidak ada masalah.

“Keterlambatan pekerjaan proyek gedung ISI itu biasa dan itu tetap diselesaikan” katanya.

Agus membenarkan bahwa proyek pembangunan gedung kuliah bersama Kampus ISI Padang panjang itu terlambat dari target pelaksanaan dan dia sendiri selaku Penyedia Jasa. Km

spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest