Malut, Investigasi.News-, Ada yang menarik saat Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda melakukan kunjungan ke Perkemahan OSIS Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Tahun 2026, di Sofifi Maluku Utara, pasalnya Ibu Gubernur sempat disinggung (ditanyakan:saat berdialog dengan peserta kemah), soal pembangunan infrastruktur di Kabupaten Kepulauan Sula-Maluku Utara.
Kegiatan Perkemahan yang bertajuk ’Kemah Generasi Berkarakter’ diikuti oleh Siswa/Siswi pengurus OSIS dari SMA, SMK dan SLB se-Provinsi Maluku Utara, lokasi kegiatan di Kawasan Masjid Raya Shaffulkhairat, Sofifi, Maluku Utara, waktu kegiatan tanggal 9-13 Oktober 2026.
Gubernur Sherly Tjoanda, dalam kunjungannya melakukan dialog (tanya-jawab) dengan peserta kegiatan, disitu Fillya Meyviana Ohorella siswa Pengurus OSIS dari SMAN 3 Kepulauan Sula, tepatnya di desa Waitina, Kecamatan, Mangoli Timur, menanyakan soal pembangunan infrastruktur jembatan penghubung antara desa Waitina dan desa Naflo, karena menurutnya jika musim penghujan Siswa-siswi disana akan kesulitan akibat akses ke Sekolah terhalang oleh terjangan banjir.
“Kami di Kecamatan Mangoli Timur berharap agar jembatan penghubung antara desa Naflo dan Waitina segera dibangun untuk mendukung akses kami ke Sekolah”, ujarnya kepada Ibu Gubernur (11/10).
Tidak sampai disitu, siswi berhijab ini tanpa ragu juga menyampaikan keluhan terkait pagar Sekolah yang belum rampung dibangun.
“Pagar Sekolah kami juga belum selesai dibangun, sehingga memberikan kesempatan untuk murid bolos Sekolah”, tambah Fillya polos.
Ibu Gubernur Sherly nampak antusias dalam berdialog dan bertanya-jawab dengan para Siswa dan Siswi Peserta Perkemahan OSIS Dikbud Maluku Utara.
Terakhir, Fillya juga memohon bantuan Pemerintah Provinsi Maluku Utara, untuk menyelesaikan pembangunan Lapangan Bulu Tangkis di sekolahnya SMAN 3 Kepulauan Sula.
Dikabarkan kegiatan kemah OSIS Dikbud ini digelar dalam rangka memperingati HUT ke-27 Provinsi Maluku Utara, dan bertujuan untuk membangun integritas, membentuk karakter kepemimpinan pelajar, serta menekan angka siswa putus sekolah.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe, yang diawali dengan kirab budaya.













