Agam, Investigasi.news – Meski Kabupaten Agam tengah dirundung duka akibat musibah banjir bandang dan longsor beberapa waktu lalu, semangat untuk mengharumkan nama daerah melalui ajang Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) ke-XLI Tingkat Provinsi Sumatera Barat tetap tidak padam. Tekad itu terlihat jelas saat rombongan kafilah Kabupaten Agam resmi dilepas dalam acara yang digelar di Mess Belakang Balok, Bukittinggi, Jumat (12/12/2025).
Acara pelepasan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Agam, Ir. H. Benni Warlis, MM. Turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Agam H. Ilham, Lc, MA, Ketua MUI Agam, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Agam Thomas Febrian, Staf Ahli Bupati Taslim, Asisten I Yunilson, serta sejumlah kepala OPD dan camat.
Pada tahun ini, Kabupaten Agam tampil sebagai daerah dengan jumlah kafilah terbesar di Sumatera Barat. Sebanyak 152 orang diberangkatkan, terdiri dari 77 peserta dan 75 orang official. Mereka akan mengikuti seluruh 30 cabang lomba yang dipertandingkan dalam MTQN ke-XLI, sebuah upaya yang menunjukkan keseriusan Agam mempertahankan prestasinya.
Selama rangkaian perlombaan, kontingen Agam akan menginap di Hotel Pusako, sementara arena utama MTQN berada di Lapangan Kantin Wirabraja. Adapun pembukaan resmi MTQN tingkat Provinsi Sumatera Barat dijadwalkan berlangsung pada pukul 19.30 WIB.
Dalam sambutannya, Ketua DPRD Kabupaten Agam H. Ilham, Lc, MA menegaskan bahwa meskipun Agam sedang dalam masa pemulihan, persiapan menuju MTQN tetap dilakukan secara maksimal. Ia mengingatkan bahwa Kabupaten Agam sebelumnya berhasil meraih juara III umum, dan tahun ini peluang untuk meraih prestasi lebih tinggi tetap terbuka lebar.
“Kita adalah kafilah terbanyak dari seluruh kabupaten/kota se-Sumbar. Pada MTQ sebelumnya kita berhasil menjadi juara III umum. InsyaAllah kali ini tidak tertutup kemungkinan kita menjadi juara umum,” ucapnya penuh optimisme.
Lebih jauh, Ilham menekankan bahwa partisipasi dalam ajang MTQ bukan semata-mata untuk mengejar gelar juara, tetapi juga sebagai wujud pembinaan akhlak dan kecintaan terhadap Al-Qur’an.
“Kami ingin hadir memberikan yang terbaik bagi qori dan qoriah kita. Kepada seluruh peserta, ikutilah musabaqah ini dengan niat karena Allah semata,” pesannya.
Daji










