Sorong, investigasi.News – Suasana kurang menyenangkan dialami sejumlah wartawan saat melakukan koordinasi dengan seorang pengusaha kayu berinisial I di kawasan Jalan Minyak, Aimas, Kabupaten Sorong, Sabtu siang (13/9/2025).
Dalam pertemuan itu, I diduga melontarkan pernyataan yang menyebut salah seorang wartawan sebagai “buronan”. Ucapan tersebut menimbulkan tanda tanya besar, karena tidak disertai penjelasan maupun dasar hukum yang jelas.
Dua wartawan yang mendengarkan kemudian mengingatkan rekan seprofesi agar tetap waspada. “Sebagai kawan, kami hanya mengingatkan. Tadi I bilang saudara buron, jadi jalan hati-hati,” ujar keduanya.
Namun, saat dikonfirmasi, I membantah tudingan tersebut. Ia menyatakan ucapannya tidak benar dan tidak memiliki dasar. “Itu tidak benar. Maaf, kurang kerjaan saja. Kalau saya bilang ya yang nggak jelas. Tidak ada,” kata I melalui pesan singkat.
Pernyataan awal itu sempat memicu reaksi keras dari pihak keluarga wartawan yang dituding. Mereka bahkan berencana mendatangi rumah I untuk meminta klarifikasi langsung. Rencana tersebut akhirnya dibatalkan setelah wartawan yang bersangkutan menunjukkan pesan konfirmasi dari I.
Pihak keluarga menilai, meski bantahan sudah disampaikan, ucapan yang sempat beredar tetap berpotensi menjadi isu liar dan merugikan nama baik wartawan. Mereka menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam berucap agar tidak menimbulkan fitnah serta tetap menghormati independensi pers. John



















