Banyuasin, Sumsel — Pihak SMP Negeri 2 Muara Telang, Kecamatan Muara Telang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, membantah tegas informasi yang beredar di media sosial terkait dugaan pencabulan yang disebut terjadi di lingkungan sekolah.
Kepala SMPN 2 Muara Telang, Masagus Asyurodin, menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. Ia menyebut kabar yang beredar sebagai informasi hoaks yang disebarkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Menurut Masagus, pihak sekolah telah melakukan pengecekan dan memastikan tidak ada kejadian sebagaimana yang dituduhkan dalam informasi tersebut.
“Berdasarkan pantauan dan pengecekan kami di lapangan, informasi tersebut tidak benar. Kami sangat menyayangkan adanya pihak yang menyebarkan informasi yang tidak sesuai fakta,” tegas Masagus Asyurodin.
Ia juga menyoroti informasi yang disebut beredar melalui Facebook (FB). Menurutnya, pihak sekolah tidak menemukan adanya foto sebagaimana yang disebut-sebut dalam informasi yang beredar tersebut.
“Yang menyebarkan berita hoaks itu ada di Facebook. Setelah kami cek, foto yang disebut-sebut ikut disebarkan itu juga tidak ada. Jadi, kami mempertanyakan dasar dari informasi tersebut,” ujarnya.
Pantauan tim Media Investigasi.News di lapangan juga tidak menemukan adanya foto sebagaimana yang diklaim dalam informasi yang beredar di media sosial tersebut.
Pihak komite sekolah, guru, serta masyarakat yang berada di sekitar SMPN 2 Muara Telang turut menyampaikan bahwa mereka tidak mengetahui adanya peristiwa seperti yang dituduhkan dalam kabar tersebut.
Pihak sekolah meminta masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial, terutama informasi yang menyangkut nama baik sekolah, guru, maupun peserta didik.
Masagus menegaskan, apabila ada pihak yang benar-benar memiliki informasi atau bukti mengenai dugaan pelanggaran, seharusnya informasi tersebut disampaikan melalui jalur resmi agar dapat diverifikasi dan dipertanggungjawabkan.
“Kami terbuka jika memang ada informasi yang benar. Silakan disampaikan melalui mekanisme yang tepat dan jangan membuat informasi yang tidak jelas kebenarannya,” tegasnya.
Ia berharap masyarakat tidak ikut menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi karena dapat menimbulkan keresahan serta merugikan pihak-pihak yang disebut dalam informasi tersebut.
Pihak SMPN 2 Muara Telang juga menegaskan komitmennya untuk menjaga lingkungan sekolah tetap aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh peserta didik maupun tenaga pendidik.
Dengan adanya bantahan tersebut, pihak sekolah meminta pihak yang menyebarkan informasi tersebut untuk menghentikan penyebaran kabar yang dinilai tidak benar dan tidak berdasar.
Sekolah juga mengingatkan bahwa penggunaan media sosial harus dilakukan secara bertanggung jawab. Setiap informasi yang menyangkut tuduhan serius semestinya terlebih dahulu diverifikasi sebelum dipublikasikan atau disebarluaskan kepada masyarakat. (Suprene)










