Banner iklan

Tangga Maut Formosa Residence: Istri Kritis akibat Sesak Napas Diacuhkan, Manajemen Sombong Malah Tantang, “Silakan Viralkan!”

More articles

Batam, Investigasi.News — Topeng kemewahan Formosa Residence Nagoya dinilai runtuh. Di balik megahnya bangunan dengan tarif sewa melangit, apartemen ini disebut berubah menjadi “lorong kematian” dan ajang penderitaan fisik serta mental bagi para tamu pascapemadaman listrik total (blackout) yang melanda Batam pada dini hari.

Demi meraup keuntungan, manajemen Formosa Residence Nagoya disinyalir mengabaikan standar keselamatan mendasar. Tanpa pemberitahuan dini maupun jaminan perlindungan, para penghuni dan tamu diduga dibiarkan menghadapi risiko keselamatan dalam kegelapan total.

Tangga Darurat Jadi Lorong Maut: Turun dari Lantai 19 Sambil Menggendong Bayi dan Membawa Tiga Anak Kecil

Kondisi fasilitas Formosa Residence Nagoya disebut berdampak serius terhadap keselamatan tamu. Genset gedung dilaporkan mati berulang kali hingga lima kali berturut-turut. Bukannya melakukan evakuasi atau memberikan peringatan dini, pihak pengelola diduga membiarkan para tamu menghadapi situasi darurat tanpa dukungan keselamatan yang memadai.

Satu demi satu fasilitas lift dilaporkan mati total. Para tamu yang panik terpaksa meraba-raba menembus tangga darurat yang gelap gulita tanpa satu pun lampu darurat (emergency light) yang menyala. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai pemenuhan standar keselamatan gedung bertingkat.

Situasi tersebut memaksa salah seorang tamu menempuh perjuangan berat. Korban harus menuruni ratusan anak tangga dari lantai 19 dalam kegelapan pekat sambil menggendong seorang bayi dan menuntun tiga anak kecil lainnya. Pada saat yang sama, sang istri sedang sakit keras dan mengalami sesak napas parah.

“Istri saya dalam keadaan sakit keras sampai sesak napas parah! Di tangga darurat sama sekali GELAP TOTAL, tidak ada lampu darurat, dan TIDAK ADA SATU PUN petugas yang sudi mengulurkan tangan membantu!” tegas sumber yang mengaku sebagai korban kepada Investigasi.News, dengan nada trauma dan kekecewaan mendalam.

Arogansi Manajemen dan Pelayanan Nir-Kemanusiaan

Kekecewaan bercampur amarah memuncak setelah korban berhasil membawa istrinya yang mengalami sesak napas hingga tiba di area lobi dan parkiran. Alih-alih mendapatkan bantuan medis atau pertolongan darurat, korban mengaku justru menghadapi sikap petugas yang dinilai tidak menunjukkan kepedulian.

Apatisme Petugas Keamanan: Menurut keterangan korban, petugas keamanan yang melihat kondisi istrinya mengalami sesak napas parah tidak memberikan bantuan. Korban mengaku tidak ada inisiatif untuk mengambilkan kursi, air minum, maupun memberikan pertolongan awal dalam situasi darurat tersebut.

Insiden di Meja Layanan Pelanggan: Saat mendatangi meja layanan pelanggan (Customer Service/CS) untuk meminta pertanggungjawaban, korban mengaku seorang petugas keamanan justru membentaknya dengan nada tinggi.

Dugaan Arogansi Pihak Manajemen: Puncak kekecewaan terjadi ketika seseorang berinisial ASG, yang menurut korban mengaku sebagai pihak manajemen, datang ke lokasi. Bukannya meminta maaf atas insiden yang dikeluhkan, ASG disebut marah dan menunjuk-nunjuk wajah korban setelah mengetahui adanya rekaman video.

“Tidak ada kata maaf! Dia justru menantang dengan sombongnya, ‘SILAKAN VIRALKAN!’” ungkap korban.

Desakan Penegakan Hukum dan Evaluasi Izin Operasional

Hingga berita ini diterbitkan, menurut keterangan sumber, kondisi istri korban masih sakit dan mengalami trauma psikologis serta fisik setelah insiden di tangga darurat Formosa Residence Nagoya.

Dugaan tidak optimalnya penanganan keadaan darurat, persoalan ketersediaan fasilitas keselamatan, serta dugaan intimidasi oleh petugas atau pihak pengelola perlu mendapat perhatian serius. Jika terbukti, persoalan tersebut tidak sekadar menyangkut kualitas pelayanan, tetapi juga berpotensi berkaitan dengan pemenuhan kewajiban keselamatan dan perlindungan terhadap penghuni maupun tamu.

Aparat penegak hukum, Dinas Pemadam Kebakaran, serta instansi perizinan Pemerintah Kota Batam didesak untuk menindaklanjuti laporan tersebut melalui pemeriksaan di lapangan. Evaluasi terhadap sertifikat laik fungsi (SLF), sistem kelistrikan darurat, lampu penerangan tangga darurat, operasional genset, serta prosedur evakuasi juga perlu dilakukan sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku.

Pemeriksaan tersebut penting untuk memastikan apakah fasilitas keselamatan gedung telah memenuhi persyaratan dan apakah prosedur penanganan keadaan darurat telah dijalankan sebagaimana mestinya.

Hingga naskah ini disusun, keterangan dari pihak manajemen Formosa Residence Nagoya belum tercantum dalam bahan pemberitaan. Oleh karena itu, klarifikasi dari pihak pengelola diperlukan untuk memperoleh penjelasan berimbang mengenai insiden tersebut, termasuk kondisi fasilitas gedung dan tindakan petugas saat kejadian.

Tim Investigasi.News akan terus menelusuri perkembangan persoalan ini dan mengupayakan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait agar fakta kejadian dapat terungkap secara utuh.

Reporter: Fransisco Chrons
Editor: Tim Redaksi Investigasi.News

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest