Penyerahan 32 Sertifikat Aset PTPN I Regional 4 Oleh Kantor BPN Jember

More articles

Jember, Investigasi.news – Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jember menyerahkan 32 sertifikat aset perusahaan Regional head Regional 4 PT Perkebunan Nusantara (PTPN I) dengan total luas lahan mencapai 39,7 hektar. Selasa (14/1/2025)

Menurut Region Head PTPN I Regional 4 Subagio mengatakan, kami telah menerima 32 sertifikat tanah luas lahan mencapai 39,7 hektar Hal itu dilakukan untuk pengamanan dan penyelamatan aset dari PTPN I Jember.

“Langkah ini merupakan bentuk kepastian hukum untuk menghindari munculnya konflik pertanahan di masyarakat,” menurutnya.

Ia menambahkan kami hidup berdampingan dengan masyarakat, setiap tahun kami berkontribusi memberikan CSR kepada masyarakat untuk kesejahteraan bersama.

“Selanjutnya tahun 2025, akan dilakukan 70 pensertifikatan aset perusahaan PTPN I dengan luas 90 hektar secara berkala tersebar di 12 kecamatan,”tambahnya.

Penyerahan sertifikat tersebut langsung diserahkan oleh Kepala ATR/BPN Jember Akhyar Tarfi kepada perusahaan PTPN I Regional 4 kebun tembakau kabupaten Jember.

Program ini di awali teken Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan hari ini menyerahkan 32 sertifikat aset PTPN I regional 4 tersebar di Kecamatan Jenggawah, Ajung, dan kecamatan Mumbulsari.

“Persoalan ini sudah lama kurang lebih 20 tahun tanah tersebut tidak memiliki alas hak tanah dan juga sebagian di kuasai oleh masyarakat tentunya kita selesaikan,” menurutnya.

Ia menambahakan kalau tanah tidak ada legalitas kepastian hukum tentunya tanah tidak bisa di tanami, tentunya kebun tambakau yang sudah berjalan berdampak pada masyarakat dan kesejahteraan terjamin.

“Harus kita syukuri tembakau menjadi simbol Jember, bukan hanya di tingkat Nasional tetapi tingkat Internasional,”terangnya.

Lebih lanjut Akhyar menyebutkan bahwa PTPN I regional 4 tidak berorientasi pada legalitas hanya pemanfaatan saja.

Selanjutnya, kami pihak BPN melakukan sosialisasi dan memberikan edukasi kepada masyarakat agar masyarakat bisa memahami aset ini dari awal.

”Alhamdulillah tidak ada kendala semuanya sepakat untuk disertifikatkan,” pungkasnya. Jd

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest