Agam — Di usia yang seharusnya diisi dengan istirahat dan ketenangan, pasangan lansia Musdir St. Panduko (82) dan istrinya, Ni Wis (80), justru masih harus berjuang keras demi bertahan hidup. Tinggal di Jorong Jalikua Patanagan, Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, keduanya mengandalkan pekerjaan sederhana—memancing belut—yang menguras tenaga di usia senja.
Kisah haru ini akhirnya sampai ke telinga pemerintah daerah. Melalui Dinas Sosial Kabupaten Agam, bantuan pun segera disalurkan tanpa menunggu waktu lama.
Kepala Dinas Sosial Agam, Villa Erdi, mengatakan pihaknya langsung bergerak begitu menerima laporan dari masyarakat.
“Kami mendapat informasi ada warga lansia yang masih harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup. Kami tidak menunggu lama, tim langsung turun ke lapangan untuk melakukan asesmen,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).
Kunjungan tersebut bukan sekadar formalitas. Tim pekerja sosial segera mendatangi kediaman pasangan lansia itu untuk melihat langsung kondisi yang mereka hadapi sehari-hari. Rumah sederhana, keterbatasan fisik, serta perjuangan hidup yang tak ringan menjadi gambaran nyata yang ditemui di lapangan.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Hasneril, menjelaskan bahwa setelah asesmen dilakukan, bantuan segera disiapkan dan disalurkan.
Sehari setelah kunjungan awal, tim dari bidang Rehsos yang terdiri dari Erizal, S.Sos, Erianto dan Lora Afrila Seprianti dan juga Jeffry Damaidi, kembali mendatangi rumah Musdir. Mereka menyerahkan bantuan berupa kebutuhan pangan dan sandang sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap warganya.
Penyerahan bantuan berlangsung sederhana namun penuh haru. Musdir, yang tetap setia mendampingi istrinya, menerima bantuan tersebut dengan wajah penuh syukur. Momen itu turut disaksikan oleh pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Tilatang Kamang.
Bantuan ini mungkin tidak langsung mengubah seluruh keadaan, namun menjadi bukti bahwa negara hadir—bahwa di tengah keterbatasan, masih ada tangan-tangan yang peduli.
Pemerintah Kabupaten Agam pun berharap, kepedulian seperti ini dapat terus terjaga, agar tidak ada lagi warga lanjut usia yang harus berjuang sendiri di usia senja. Daji

















