Arosuka – Komitmen Pemerintah Kabupaten Solok dalam memastikan bantuan sosial tepat sasaran kembali ditegaskan. Hal ini terlihat dalam Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Labelisasi Rumah Penerima Bantuan Sosial (Bansos) Tahun 2026 yang digelar di Gedung C Sekretariat Daerah Kabupaten Solok, Rabu (15/04/2026).
Kegiatan strategis ini secara resmi dibuka oleh Bupati Solok, Dr. (HC) Jon Firman Pandu, SH, serta dihadiri oleh Ketua TP-PKK Kabupaten Solok Ny. Nia Jon Firman Pandu, Kepala BPS Kabupaten Solok Bambang Suryanggono, SST, M.Ec.Dev., Asisten I Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Solok Drs. Zaitul Ikhlas, AP, M.Si., Forkopimda, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Solok Ir. Desmalia Ramadhanur, para Kepala OPD, Camat se-Kabupaten Solok, serta Wali Nagari se-Kabupaten Solok.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Solok, Ir. Desmalia Ramadhanur, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi langkah penting untuk menyatukan persepsi seluruh pemangku kepentingan. Mulai dari tingkat kabupaten hingga nagari, semua pihak diharapkan memiliki pemahaman yang sama dalam pelaksanaan program labelisasi rumah penerima bansos.
“Tujuan utamanya adalah menghadirkan bansos yang benar-benar tepat sasaran, akurat, dan transparan, sekaligus mempermudah proses monitoring dan evaluasi di lapangan,” jelasnya.
Bupati Solok Jon Firman Pandu menekankan bahwa labelisasi rumah bukan sekadar penanda, tetapi bagian dari strategi besar pengentasan kemiskinan di Kabupaten Solok. Program ini berkisar 14.518 rumah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) yang akan diberi label khusus.
Labelisasi juga berfungsi sebagai alat kontrol sosial, guna mencegah potensi penyimpangan serta memastikan bantuan benar-benar diterima oleh yang berhak. Tak hanya itu, langkah ini diharapkan mampu menjadi motivasi bagi masyarakat penerima untuk terus berupaya meningkatkan taraf hidupnya.
“Ini bentuk sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegas Bupati.
Tak kalah penting, pemerintah daerah juga tengah melakukan pemutakhiran data kemiskinan yang akan dipaparkan lebih lanjut oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Dukungan lintas sektor, termasuk Forkopimda, menjadi kunci keberhasilan program ini.
Di penghujung sambutannya, Bupati mengajak seluruh elemen dari pemerintah kabupaten hingga nagari untuk memperkuat kolaborasi dan komitmen bersama. Berharap, program ini tidak hanya berjalan sukses secara teknis, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
“Semoga setiap langkah yang kita lakukan mendapat ridho dari Allah SWT dan membawa perubahan nyata bagi masyarakat Kabupaten Solok,” tutupnya.
Dengan resmi dibukanya kegiatan ini, agenda dilanjutkan dengan pemaparan materi serta diskusi mendalam yang dipimpin oleh Asisten I Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Solok, Drs. Zaitul Ikhlas, AP, M.Si, guna memperkuat implementasi program di lapangan.
Langkah kecil berupa labelisasi, menjadi pijakan besar menuju data bansos yang lebih bersih, transparan, dan tepat sasaran di Kabupaten Solok.**(Wahyu)

















