Malang – Komitmen Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang dalam mewujudkan konektivitas wilayah terus diperkuat melalui pengelolaan jaringan jalan kabupaten yang terintegrasi. Infrastruktur jalan tidak hanya menjadi sarana penghubung antarwilayah, tetapi juga menjadi urat nadi aktivitas ekonomi, pendidikan, pariwisata, hingga pelayanan publik yang menopang pembangunan di Kabupaten Malang.
Melalui berbagai program pemeliharaan, rehabilitasi, dan peningkatan kualitas jalan, DPUBM Kabupaten Malang memastikan akses transportasi masyarakat tetap aman, nyaman, dan lancar. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari strategi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang dalam memperkuat konektivitas kawasan Malang Raya sekaligus mendukung pemerataan pembangunan di seluruh kecamatan.
Kepala DPUBM Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma, S.T., M.T., menjelaskan bahwa secara fungsional jaringan jalan kabupaten dibagi ke dalam empat koridor utama yang saling terhubung dengan jalan nasional, jalan provinsi, maupun jalan desa sehingga membentuk sistem transportasi yang terpadu.
“Secara fungsional, konektivitas jalan kabupaten dapat dikelompokkan ke dalam empat koridor utama yang saling terhubung dengan jalan nasional, jalan provinsi, serta jalan desa sehingga membentuk jaringan transportasi yang terpadu,” ujar Khairul Isnaidi Kusuma beberapa waktu lalu.
Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Oong tersebut menjelaskan bahwa koridor pertama berada di wilayah utara. Koridor ini menghubungkan Kecamatan Singosari, Lawang, Pakis, dan Karangploso yang berbatasan langsung dengan Kota Malang. Keberadaan jalur tersebut memiliki peran strategis sebagai penunjang aktivitas industri, perdagangan, pendidikan, hingga mobilitas harian masyarakat menuju Kota Malang maupun Kota Batu.
“Koridor Utara sangat berperan penting bagi warga Kabupaten Malang dan masyarakat luas sebagai jalur penunjang aktivitas industri, perdagangan, pendidikan, serta mobilitas harian masyarakat menuju Kota Malang dan Kota Batu,” terangnya.
Sementara itu, DPUBM Kabupaten Malang juga memberikan perhatian besar terhadap Koridor Timur yang menghubungkan Kecamatan Tumpang, Jabung, Poncokusumo, Pakis, hingga kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Jalur ini memiliki nilai strategis karena menjadi akses utama bagi sektor pertanian, perkebunan, sekaligus mendukung pengembangan destinasi pariwisata berskala nasional.
Tidak hanya itu, Koridor Selatan juga menjadi salah satu prioritas penanganan. Jalur ini menghubungkan Kepanjen, Gondanglegi, Pagelaran, Bantur, Gedangan, Sumbermanjing Wetan hingga kawasan pesisir selatan Kabupaten Malang. Koridor tersebut memiliki fungsi penting dalam mendukung distribusi hasil pertanian, perikanan, pengembangan pariwisata pantai selatan, serta membuka akses menuju Jalur Lintas Selatan (JLS).
“Wilayah Selatan menghubungkan Kepanjen, Gondanglegi, Pagelaran, Bantur, Gedangan, Sumbermanjing Wetan hingga kawasan pesisir selatan Kabupaten Malang. Jalur ini memiliki fungsi penting dalam mendukung distribusi hasil pertanian, perikanan, pariwisata pantai selatan, serta membuka akses menuju Jalur Lintas Selatan (JLS),” tambahnya.
Di sisi lain, Koridor Barat menghubungkan Kepanjen, Wagir, Ngantang, Kasembon, Pujon hingga wilayah perbatasan Kabupaten Blitar dan Kota Batu. Koridor ini menjadi jalur vital bagi aktivitas pertanian, peternakan, pariwisata, serta distribusi logistik antarwilayah.
Sebagai bentuk komitmen menjaga kualitas infrastruktur, DPUBM Kabupaten Malang terus memprioritaskan pemeliharaan dan peningkatan pada keempat koridor tersebut melalui program pemeliharaan rutin, pemeliharaan berkala, rehabilitasi, hingga peningkatan jalan yang disesuaikan dengan tingkat prioritas dan kemampuan keuangan daerah.
“Keempat koridor tersebut menjadi fokus pemeliharaan dan peningkatan infrastruktur oleh DPUBM Kabupaten Malang melalui program pemeliharaan rutin, pemeliharaan berkala, rehabilitasi, dan peningkatan jalan sesuai prioritas serta kemampuan keuangan daerah,” ujarnya.
Lebih jauh, Oong menegaskan bahwa pembangunan jalan tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas fisik infrastruktur, tetapi juga menjaga kesinambungan pelayanan agar masyarakat memperoleh akses transportasi yang aman, nyaman, dan lancar.
“Pembangunan jalan tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas infrastruktur, tetapi juga menjaga kesinambungan layanan jalan agar masyarakat memperoleh akses transportasi yang aman, nyaman, dan lancar,” katanya.
Melalui pengelolaan empat koridor konektivitas tersebut, DPUBM Kabupaten Malang optimistis keterhubungan antarwilayah akan semakin kuat sehingga aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, pariwisata, hingga pelayanan publik dapat berlangsung lebih efektif. Penanganan infrastruktur jalan juga dilakukan secara bertahap berdasarkan kondisi lapangan, tingkat urgensi, dan kemampuan anggaran daerah.
“Melalui pengelolaan empat koridor konektivitas ini, Pemkab Malang terus berupaya menjaga keterhubungan antarwilayah sehingga aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, pariwisata, dan pelayanan publik dapat berjalan lebih efektif. Penanganan jalan dilakukan secara bertahap berdasarkan kondisi lapangan, tingkat urgensi, serta kemampuan anggaran daerah,” tandasnya.
Dengan penguatan konektivitas melalui empat koridor utama tersebut, DPUBM Kabupaten Malang berharap pembangunan infrastruktur mampu mendorong pemerataan pembangunan, meningkatkan daya saing daerah, serta memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Malang.
Adv/Guh



