Pidie Jaya, Investigasi.news — Masyarakat Pidie Jaya pantas berbangga hati karena memiliki pimpinan yang sangat peduli dan memiliki kemauan keras untuk kemajuan wilayahnya seperti yang dilakukan selama ini oleh Bupati dan Wakil Bupati.
Dari informasi yang baru saja disampaikan Wakil Bupati Hasan Basri, S.T., M.M. kepada Kontributor Investigasi.News melalui sambungan telepon, Rabu (16/9/2026), dirinya berhasil mendapatkan bantuan alat berat excavator dari Direktorat Jenderal Kelautan dan Perikanan, serta bantuan untuk mendukung pengembangan produksi garam di Lancang Paru.
“Ya, kita saat ini sudah mendapatkan satu excavator, sementara satu lagi kemungkinan akan menyusul. Selain itu, kita juga mendapatkan bantuan untuk kebutuhan produksi garam yang ada di Lancang Paru,” jelas Wakil Bupati.
Menariknya, Wakil Bupati yang dikenal tegas ini selain memiliki agenda besar dan menjumpai orang-orang besar, dirinya juga menyempatkan diri bersilaturahmi dengan masyarakat Pidie Jaya (Bamus) yang ada di Jakarta dan melakukan tahlilan bersama.
“Tadi malam saya bersama warga Pidie Jaya yang ada di Jakarta tahlilan bersama dalam rangka silaturahmi. Dalam kesempatan itu, saya juga meminta bantuan kepada mereka untuk sama-sama peduli dan membangun kembali Pidie Jaya yang sudah porak-poranda akibat banjir melalui bidangnya masing-masing,” ujar Hasan Basri.
Wakil Bupati menjelaskan dirinya meminta kepada masyarakat Pidie Jaya yang ada di Jakarta untuk bisa membawa investor ke Pidie Jaya supaya mereka dapat membuka usaha maupun lapangan kerja di kabupaten berjuluk Negeri Japakeh tersebut.
Upaya tersebut, menurut Hasan Basri, merupakan bagian dari langkah untuk memperluas sumber-sumber pertumbuhan ekonomi di Pidie Jaya. Pemerintah daerah tidak hanya membutuhkan dukungan dari masyarakat yang berada di daerah, tetapi juga berharap warga Pidie Jaya di perantauan dapat ikut membuka akses dan jaringan ekonomi.
Bantuan excavator menjadi salah satu dukungan yang diharapkan dapat memperkuat aktivitas masyarakat, khususnya pada sektor yang berkaitan dengan kelautan dan perikanan. Sementara dukungan terhadap produksi garam di Lancang Paru diharapkan mampu mendorong peningkatan produktivitas serta memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.
Di tengah upaya pemulihan Pidie Jaya pascabanjir, sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat perantauan, dunia usaha, dan pemerintah pusat menjadi bagian penting untuk mempercepat pembangunan. Hasan Basri menegaskan bahwa seluruh potensi tersebut perlu digerakkan secara bersama-sama agar proses pemulihan tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyentuh penguatan ekonomi masyarakat.
(Herry)












