Teluk Bintuni, Investigasi.News – Peredaran minuman keras (miras) di Kabupaten Teluk Bintuni kembali menuai sorotan. Haji Ilham, salah satu warga yang diduga sebagai pengecer miras, menyebut nama Ongko Benni sebagai pihak yang diduga menjadi pemasok utama ke sejumlah pengecer di wilayah tersebut.
Dalam pengakuannya kepada wartawan, Haji Ilham mengaku bahwa minuman keras yang ia jual berasal dari Ongko Benni dan diduga atas izin langsung darinya.
“Saya hanya pengecer. Barang saya ambil dari Ongko Benni, dan atas seizin beliau. Ada sekitar sepuluh pengecer lain di Bintuni yang juga ambil dari dia,” ungkapnya.
Dari informasi yang dihimpun, Haji Ilham diduga mengoperasikan tiga kios di wilayah Distrik Bintuni Kota yang digunakan untuk menjual miras secara terbuka. Sementara itu, lokasi yang disebut sebagai gudang penimbunan miras milik Ongko Benni berada di Tongkonan Tanah Merah, Distrik Bintuni Kota.
Wartawan media ini telah mencoba mendatangi lokasi tersebut, namun staf di tempat itu menyatakan Ongko Benni sedang tidak berada di lokasi dan enggan memberikan keterangan lebih lanjut
Menanggapi dugaan tersebut, seorang tokoh perempuan Bintuni yang dikenal dengan sapaan Mama Mia, menyatakan keprihatinan atas semakin maraknya peredaran miras.
“Kalau benar ada gudang di Tongkonan Tanah Merah dan penjualnya banyak, berarti ini bukan lagi skala kecil. Ini harus diselidiki. Anak-anak muda kita rusak karena miras, dan kami para perempuan yang paling menderita akibatnya,” tegas Mama Mia.
Ia juga meminta aparat penegak hukum dan pemerintah daerah untuk tidak tinggal diam.
“Kami minta kepolisian dan Satpol PP segera turun tangan. Jangan tunggu sampai ada korban atau kerusuhan baru bergerak. Kalau benar ada jaringan pemasok, itu harus dibongkar,” ujarnya.
Sejumlah warga juga mendesak agar dugaan aktivitas penimbunan dan distribusi miras ini diselidiki lebih dalam oleh pihak kepolisian dan dinas terkait. Mereka berharap ada penertiban menyeluruh terhadap penjualan miras ilegal di Teluk Bintuni.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Ongko Benni maupun keterangan dari pihak kepolisian setempat terkait dugaan ini.
John






