Pidie Jaya | Investigasi.News – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Kabupaten Pidie Jaya tidak hanya menghadirkan hiburan dan kemeriahan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi berkah ekonomi bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta pedagang keliling yang ikut meramaikan rangkaian kegiatan tersebut.
Ribuan warga memadati kawasan Gedung MTQ Pidie Jaya pada malam penutupan HUT Kabupaten Pidie Jaya Tahun 2026, Selasa (16/6/2026). Antusiasme masyarakat yang tinggi membuat lokasi kegiatan dipenuhi pengunjung dari berbagai kecamatan, bahkan dari luar daerah.
Kabupaten yang dikenal dengan julukan Negeri Japakeh itu seakan berubah menjadi pusat keramaian yang tidak hanya menyuguhkan hiburan rakyat, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Puluhan stand pameran, lapak UMKM, hingga pedagang kaki lima tampak ramai diserbu pengunjung sejak sore hingga malam hari.
Dari pantauan kontributor Investigasi.News, stand makanan dan jajanan menjadi salah satu yang paling diminati. Tidak hanya stand resmi yang disediakan panitia, lapak dadakan dan gerobak milik pedagang keliling juga terlihat ramai dikerumuni pembeli yang berburu aneka kuliner khas dan jajanan favorit.
Salah seorang pedagang jagung bakar, Hanafiah (58), mengaku merasakan langsung dampak positif dari pelaksanaan HUT Pidie Jaya. Sejak hari pertama kegiatan, dagangannya laris manis dan mampu meningkatkan pendapatan dibanding hari biasa.
“Alhamdulillah Pak, jualan di sini sangat membantu. Pendapatan saya jauh lebih baik dibandingkan berjualan di luar acara seperti biasanya,” ujarnya dengan wajah sumringah.
Hal senada disampaikan Murni (42), seorang pedagang kue tradisional yang turut membuka lapak di lokasi kegiatan. Menurutnya, perayaan HUT daerah menjadi momentum yang dinanti masyarakat setiap tahun karena selain menghadirkan hiburan, juga membuka peluang usaha bagi warga kecil.
“Senang sekali ada acara seperti ini. Selain anak-anak bisa menikmati hiburan, kami juga bisa berjualan dan menambah penghasilan keluarga. Semoga kegiatan seperti ini terus dilaksanakan setiap tahun,” katanya sambil melayani pembeli.
Tak hanya sektor kuliner, pelaku UMKM kerajinan tangan juga merasakan manfaat yang sama. Musyidah (46), pengrajin anyaman pandan asal Kecamatan Pante Raja, mengaku bangga mendapat kesempatan memamerkan sekaligus memasarkan produknya kepada masyarakat luas.
Menurutnya, kegiatan seperti HUT Pidie Jaya menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan produk lokal sekaligus memperluas jaringan pemasaran.
“Kami berharap pemerintah terus memberikan ruang dan fasilitas bagi pelaku UMKM. Dengan adanya stand seperti ini, masyarakat bisa lebih mengenal produk lokal dan usaha kami juga bisa berkembang,” harapnya.
Perayaan HUT ke-19 Kabupaten Pidie Jaya tahun ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dan hiburan masyarakat, tetapi juga terbukti mampu menggerakkan ekonomi kerakyatan. Kehadiran ribuan pengunjung memberikan dampak positif bagi para pedagang kecil, pelaku UMKM, hingga usaha rumahan yang menggantungkan harapan pada momentum keramaian tersebut.
Sebagaimana diketahui, kawasan Arena MTQ Pidie Jaya yang memiliki area cukup luas dimanfaatkan panitia untuk menempatkan berbagai stand pameran pembangunan, UMKM, layanan publik, serta lapak penjualan masyarakat. Kondisi tersebut menjadikan perayaan HUT Pidie Jaya bukan sekadar pesta rakyat, melainkan juga wadah promosi produk lokal dan penguatan ekonomi masyarakat setempat.
(Herry)







