OKU TIMUR — Tujuh puluh tahun bukan sekadar angka bagi Rumah Sakit Charitas Belitang. Tujuh dekade perjalanan tersebut menjadi catatan panjang pengabdian sekaligus momentum untuk menatap tantangan pelayanan kesehatan yang terus berkembang.
Memasuki usia ke-70, Rumah Sakit Charitas Belitang didorong tidak berhenti pada capaian yang telah diraih. Evaluasi, pembenahan, serta pengembangan layanan dinilai penting agar keberadaan rumah sakit semakin mampu menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat.
Pesan itu disampaikan Bupati OKU Timur, Ir. H. Lanosin, M.T., M.M., saat menghadiri peringatan HUT ke-70 Rumah Sakit Charitas Belitang di Auditorium Rumah Sakit Charitas Belitang, Selasa (15/9/2026).
Mengusung tema “Kasih yang Menyembuhkan, Iman yang Menguatkan”, peringatan tersebut menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan panjang Charitas dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Tujuh dekade bukanlah perjalanan yang singkat. Ini adalah perjalanan panjang dalam memberikan pelayanan kesehatan dan menghadirkan kasih bagi masyarakat,” ujar Lanosin.
Menurut Bupati, tantangan pelayanan kesehatan tidak pernah berhenti. Kebutuhan masyarakat terus berubah, sementara perkembangan dunia kesehatan juga bergerak semakin cepat. Karena itu, kualitas pelayanan harus terus ditingkatkan agar mampu mengikuti tuntutan zaman.
Lanosin mengapresiasi berbagai layanan kesehatan yang selama ini terus dikembangkan Rumah Sakit Charitas Belitang. Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten OKU Timur dalam meningkatkan sekaligus memperluas akses dan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
“Di usia ke-70 ini, mari kita jadikan momentum untuk mengevaluasi apa yang telah dilakukan, melihat apa yang masih perlu diperbaiki, dan terus meningkatkan kualitas pelayanan ke depan,” katanya.
Bagi Lanosin, ukuran keberhasilan sebuah rumah sakit bukan semata-mata terletak pada panjangnya usia. Lebih dari itu, keberadaan rumah sakit harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan.
Karena itu, usia 70 tahun Charitas diharapkan menjadi titik refleksi untuk mempertahankan berbagai hal positif yang telah dibangun selama puluhan tahun, sekaligus membuka ruang lebih luas bagi inovasi dan perbaikan pelayanan.
Di balik pesan tersebut, Lanosin juga membagikan kenangan personal dengan Rumah Sakit Charitas Belitang. Rumah sakit itu, kata dia, telah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya sejak masih duduk di bangku SMA.
Dengan nada berseloroh, Lanosin bahkan menyebut dirinya dahulu sebagai “pelanggan tetap” Charitas, sebuah kenangan yang dikaitkannya dengan tingkah dan kenakalan masa remaja.
Cerita tersebut mencairkan suasana sekaligus menunjukkan bahwa keberadaan Charitas bukan hanya tercatat dalam perjalanan pelayanan kesehatan di OKU Timur, tetapi juga melekat dalam pengalaman kehidupan masyarakat yang telah dilayaninya selama puluhan tahun.
Pada kesempatan itu, Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan, jajaran manajemen, serta seluruh keluarga besar Rumah Sakit Charitas Belitang atas pengabdian dan pelayanan yang telah diberikan kepada masyarakat.
Ia berharap semangat pengabdian yang telah dibangun selama tujuh dekade dapat terus dipertahankan, sembari diiringi peningkatan kualitas, inovasi, dan pengembangan layanan kesehatan.
“Selamat 70 Tahun Charitas Hospital. Teruslah menjadi tempat di mana kasih menyembuhkan dan iman menguatkan,” pungkasnya. (M. Buddy)











