Padang Pariaman, Investigasi.news– PT. Hutama Karya Persero (HK) melalui Anak Usaha nya PT. Hutama Karya Infrastruktur (HKI) memulai pekerjaan pembangunan Akses Tol Simpang Sebidang Tarok City, di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Dimulainya pembangunan Akses Tol Simpang sebidang itu setelah adanya kepastian pembayaran lahan masyarakat yang terkena areal proyek.
“Kita terus mengupayakan segera pembayaran Uang Ganti Kerugian (UGK) Lahan Masyarakat yang kena pembangunan akses Tol di tarok city” ujar Wisnu PPK Lahan kepada media.
Penggantian Uang Ganti Kerugian (UGK) lahan masyarakat sendiri sudah dilakukan baik di Akses Tol Lubuk Alung maupun di Tarok city.
“Semua tahapan dan proses pembayaran sudah dilakukan di dua lokasi dan Persetujuan dari Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) sudah, tinggal beberapa bidang lagi yang di bayarkan.” Katanya lagi.
Untuk pengerjaan proyek sendiri sebenarnya sudah bisa dilakukan dan tidak ada kendala lagi khusus lahan yang sudah bebas, kalau untuk tekhnis pengerjaan proyek itu bukan domain kami menjelaskan” tandasnya.
Diketahui sebelumnya, Pengerjaan simpang sebidang di kawasan Tarok City merupakan bagian dari Tol Padang–Sicincin, dimana sebelumnya mengalami kendala, dan penyesuaian desain akibat pembebasan lahan. Meskipun main road tol telah rampung, penyelesaian akses ini terus dipercepat melalui koordinasi antara Kementerian PU, Pemda, dan BUMN untuk mengatasi isu sosial dan teknis.
Detail pengerjaan simpang sebidang Tarok City sendiri di Simpang sebidang terletak di Nagari Kapalo Hilalang, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, dan terhubung ke jalan nasional BTS Kota Padang Panjang – Sicincin.
Sebelumnya Kendala Terdapat di pembebasan lahan seluas 25,1 hektar di kawasan tersebut yang menyebabkan penyesuaian desain staging konstruksi.
Untuk Proses pengadaan tanah exit tol Tarok City sendiri dilakukan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumatera Barat.
Diketahui, Warga setempat sempat menuntut penghentian proyek sementara untuk menuntaskan masalah ganti rugi (kerohiman) dan Pemerintah terus berkomitmen mempercepat sisa pekerjaan akses tersebut termasuk penyelesaian staging konstruksi.
Tujuan dibangunnya Simpang sebidang ini dikarenakan untuk menghubungkan jalan tol dengan jaringan jalan nasional, dan meningkatkan aksesibilitas kawasan Tarok City, dan memperkuat konektivitas lintas provinsi di Sumatera Barat.
Secara keseluruhan, pengerjaan difokuskan pada penyelesaian sisa akses sepanjang 2,4 km untuk memastikan konektivitas penuh.
Terpisah Project Direktur Hutama Karya Hastuti dihubungi melalui pesan singkat Sabtu (18/04) belum menjawab hingga berita ini diturunkan. Km

















