Cerita Di Balik Dapur Umum: Saat Persahabatan Lama Kembali Bertemu

More articles

Hikmah dan cerita sering kali hadir dari tempat yang tak terduga. Salah satunya di dapur umum—ruang sederhana yang dibangun di tengah duka, namun mampu menghadirkan kembali kehangatan persahabatan yang telah lama terputus.

Hampir lima belas tahun lamanya, kami tak pernah bersua. Tak ada pertemuan langsung, bahkan jejak di media sosial pun tak pernah saling bersinggungan. Waktu berjalan, tugas berpindah, dan kehidupan membawa kami ke arah masing-masing.

Siang itu, karena penugasan di Dinas Sosial Kabupaten Agam, kami (Hasneril dan Mak Adang) berada di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, sebuah wilayah yang tengah dilanda musibah bencana alam. Di sana, Dinas Sosial membuka dapur umum sebagai bentuk kepedulian dan pelayanan bagi warga terdampak.

Di bawah sebuah tenda sederhana, di tengah hiruk-pikuk aktivitas kemanusiaan, tampak sesosok wajah yang terasa begitu akrab. Seorang sahabat lama—yang dahulu begitu dekat, bahkan bisa disebut sahabat seperjalanan. Kami saling menyalami, lalu larut dalam kenangan masa lalu yang kembali mengalir begitu saja. Tentang hari-hari penuh kesibukan, tentang PP 84, dan tentang malam-malam yang hampir selalu kami habiskan bersama di Mes Pemda, di belakang Balok, Bukittinggi.

Pertemuan itu singkat, namun sarat makna. Di tengah kepedihan akibat bencana, Tuhan menghadirkan kembali tali silaturahmi yang lama terputus. Sebuah pengingat bahwa di balik setiap musibah, selalu ada hikmah yang menyertainya.

Sehat selalu, Mak Adang Nyiak Datuak Batungkek Ameh Terima kasih telah hadir dan berjuang bersama kawan-kawan di dapur umum Dinas Sosial Kabupaten Agam. Semoga setiap langkah pengabdian yang dilakukan menjadi ladang kebaikan dan keberkahan.

Penulis: Hasneril, S.E

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest