Pidie Jaya, Investigasi.News– Banjir bandang yang melanda Kabupaten Pidie Jaya tidak hanya meninggalkan lumpur dan puing-puing, tetapi juga duka mendalam bagi masyarakat. Dalam hitungan jam, bencana tersebut menyebabkan trauma, keputusasaan, hingga kehilangan tempat tinggal. Tak hanya permukiman warga, banjir bandang juga meluluhlantakkan fasilitas pendidikan, mulai dari tingkat SMA hingga taman kanak-kanak (TK) dan pendidikan anak usia dini (PAUD).
Dinas Pendidikan Kabupaten Pidie Jaya mencatat, sedikitnya 58 gedung sekolah TK/PAUD mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi, mulai dari rusak ringan, sedang, hingga rusak berat.
Kepala Dinas Pendidikan Pidie Jaya melalui Kepala Bidang PAUD, Jasmani, yang ditemui di ruang kerjanya, menjelaskan bahwa kerusakan terparah terjadi di Kecamatan Meurah Dua.
“Berdasarkan data sementara yang telah kami himpun, terdapat 58 TK dan PAUD yang terdampak banjir, dengan kondisi kerusakan dari ringan hingga berat. Kecamatan Meurah Dua menjadi wilayah yang paling parah terdampak,” ujar Jasmani.
Ia menambahkan, pihaknya terus berupaya mencari solusi agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan secepat mungkin, meski kondisi sejumlah gedung sekolah masih belum memungkinkan untuk digunakan.
Untuk sementara, TK dan PAUD yang terdampak banjir terpaksa diliburkan dengan waktu yang belum dapat dipastikan. Sementara itu, sekolah yang tidak terdampak banjir tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar seperti biasa.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan dapat segera melakukan langkah penanganan dan perbaikan fasilitas pendidikan agar anak-anak dapat kembali belajar dengan aman dan nyaman pascabencana.
(Herry)






