Malut, Investigasi.News-, Harga tiket pesawat naik signifikan pada April 2026, terutama disebabkan oleh lonjakan harga avtur dunia yang memengaruhi hingga 40% biaya operasional maskapai. Selain itu, pemerintah mengizinkan kenaikan tarif batas atas sebesar 9-13% untuk menjaga keberlangsungan industri, ditambah tingginya permintaan dan pajak (PPN), demikian disampaikan Bupati Sula Fifian Adeningsi Mus (FAM) melalui Kadiskominfo Basiludin Labessi, Minggu 19 April 2026.
“Lonjakan Harga Avtur global melesat lebih dari 70%, menjadikannya faktor utama biaya operasional membengkak.
Penyesuaian Tarif oleh Pemerintah: bahwa Pemerintah mengizinkan maskapai menaikkan harga tiket domestik 9–13% untuk menyeimbangkan biaya operasional”, lanjut Bupati Fifian (19/4).
Catatan Redaksi:
Avtur (Aviation Turbine Fuel) adalah bahan bakar khusus pesawat terbang bermesin jet atau turbin gas, yang dihasilkan dari fraksi minyak bumi, umumnya jenis kerosene (minyak tanah
Untuk tadi malam Bupati Kepulauan Sula bersama Direktur PT TRIGANA AIR SERVICE yang diwakili oleh H. Rubijanto Adisarwono menandatangani kerjasama berdasarkan prinsip kemitraan.
“Karna dampak dari kenaikan harga avtur secara global, maka PT Trigana Air Service Juga Turut Menaikan Harga Tiket Pesawat Trigana Air, termasuk rute Sanana-Ternate menjadi 1.258.000 sudah termasuk PPN 11% IWJR”, lanjut Bupati Perempuan pertama di Maluku Utara ini.
Karna biaya yang cukup tinggi tersebut pemerintah kabupaten Kepulauan Sula memberikan subsidi/bantuan sehingga setelah disubsibi menjadi Rp 708.000 untuk setiap penumpang (seat) termasuk PPN% IWJR, tandas Bupati FAM.
“Kehadiran Pesawat Untuk Warga Sanana Sangat Penting dan Strategis terutama ketika kondisi yang sangat emergency, Kenaikan Harga tiket cukup membuat kami pikiran, karna awalnya 600ribuan /penumpang Sanana- Ternate jadi jutaan/penumpang tapi setelah disubsidi pemerintah daerah, meskipun ada kenaikan tapi relatif masih terjangkau”, ungkap Surahman salah satu warga kota Sanana (19/4).
Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Sula Abdul Kadir Nur Ali, mengatakan bahwa meskipun ditengah efisiensi pemerintah pusat dan pemerintah daerah, akan tetapi sesuai dengan arahan pimpinan kami tetap memaksimalkan anggaran yang ada untuk mempermudah akses warga khususnya akses perhubungan udara, karna pesawat trigana inilah yang menjadi transportasi utama selain kapal laut, ketika ada warga sula sakit/pasien (Rujuk), berduka atau urusan studi dan lain sebagainya.

















