Proyek Siluman Menggila di Teluk Mata Ikan, BP Batam dan Aparat Cuma Diam?

More articles

Batam, Investigasi.news – Proyek pematangan lahan dan aktivitas cut and fill ilegal kembali mencoreng wajah penataan ruang di Kota Batam. Kali ini, aksi terang-terangan tanpa papan nama proyek berlangsung di Kampung Pete, Teluk Mata Ikan, Kecamatan Nongsa. Dugaan proyek siluman ini semakin kuat, karena tak satupun informasi kegiatan terpampang di lokasi, seolah ingin menutup-nutupi siapa aktor utamanya.

Ironisnya, proyek yang berpotensi merugikan negara dan merusak tata kelola aset ini berlangsung tepat di atas lahan bertuliskan “Milik BP Batam”. Namun hingga kini, tak ada satu pun langkah tegas dari BP Batam—lembaga yang seharusnya menjaga dan mengamankan aset negara.

Puluhan truk bertonase berat terlihat hilir-mudik setiap hari di kawasan itu. Lahan dikupas, digusur, dan ditimbun secara brutal, tanpa jejak legalitas. Tak ada papan informasi. Tak ada izin yang ditunjukkan. Semuanya serba gelap.

Saat diminta keterangan, Dirkrimsus Polda Kepri, Kombes Pol Silvester Mangombo Marusaha Simamora, hanya memberikan jawaban normatif: “Masih koordinasi dengan BP Batam.”
Jawaban itu dilontarkan pada Rabu (18/6/2025), sementara aktivitas ilegal terus berjalan setiap hari, seolah hukum tak berlaku di tanah ini.

Investigasi.news yang turun langsung ke lokasi pada Senin (9/6/2025) menyaksikan pengerjaan cut and fill skala besar tanpa kendali. Bau tanah basah dan raungan mesin berat menjadi pemandangan sehari-hari. Tapi di mana papan proyeknya? Di mana pengawasnya? Dan siapa yang memberi izin?

Seorang pekerja di lokasi mengaku hanya menjalankan pekerjaan dari kontraktor PT Sri Indah, dan enggan menjawab lebih jauh soal legalitas.

“Kami cuma pelaksana. Masalah izin bukan urusan kami,” ujarnya sambil menolak menyebutkan nama.

Jika pelaksana tak tahu soal izin, BP Batam bungkam, dan polisi hanya berkoordinasi tanpa aksi, maka siapa yang bertanggung jawab atas proyek gelap ini?

Pertanyaan Tajam untuk BP Batam dan Polda Kepri: Anda Tutup Mata, Tutup Telinga, atau Ada yang Sedang Anda Lindungi?
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest