Banner iklan

DPUBM Kabupaten Malang Tuntaskan Drainase Beton Bertulang di Bantur, Lindungi Jalan dari Ancaman Genangan

More articles

Malang – Jalan yang kokoh tidak cukup hanya ditopang lapisan aspal yang berkualitas. Di baliknya, ada satu infrastruktur yang kerap luput dari perhatian, tetapi menentukan panjang pendeknya usia jalan: drainase.

Kesadaran itulah yang kini diperkuat Pemerintah Kabupaten Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM). Di Kecamatan Bantur, DPUBM Kabupaten Malang menuntaskan pembangunan sistem drainase beton bertulang di ruas jalan kabupaten, tepatnya di depan Balai Desa Bantur hingga wilayah Desa Bandungrejo.

Pembangunan drainase sepanjang kurang lebih 150 meter tersebut bukan sekadar proyek pelengkap jalan. Saluran permanen itu menjadi bagian dari langkah DPUBM Kabupaten Malang untuk mengendalikan aliran air, mengurangi potensi genangan, sekaligus menjaga agar konstruksi jalan tetap berfungsi optimal, terutama ketika musim hujan dengan curah hujan tinggi.

Selama ini, sejumlah titik pada ruas jalan tersebut masih menggunakan saluran tanah. Kondisi itu dinilai kurang optimal dalam menampung dan mengalirkan debit air dalam jumlah besar.

Ketika hujan deras turun, persoalan drainase bukan lagi sekadar masalah aliran air. Genangan yang muncul di sekitar badan jalan dapat mempercepat penurunan kualitas konstruksi dan pada akhirnya mengganggu kenyamanan maupun keselamatan masyarakat yang melintas.

DPUBM Tak Hanya Membangun Jalan, tetapi Menjaga Usianya

Melihat kondisi tersebut, DPUBM Kabupaten Malang mengambil langkah dengan membangun drainase menggunakan konstruksi beton bertulang.

Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma, mengatakan pembangunan drainase di depan Balai Desa Bantur merupakan bagian dari upaya meningkatkan fungsi infrastruktur jalan secara menyeluruh.

Menurutnya, pembangunan jalan dan sistem drainase harus berjalan beriringan. Jalan yang dibangun tanpa sistem pembuangan air yang baik akan lebih rentan menghadapi persoalan ketika debit air meningkat.

“Pembangunan drainase dengan beton bertulang ini dilakukan sebagai bagian dari peningkatan fungsi jalan agar memiliki sistem pembuangan air yang lebih baik. Dengan saluran drainase permanen, kapasitas pengaliran air diharapkan meningkat sehingga potensi genangan dapat diminimalkan,” kata Khairul Isnaidi Kusuma.

Ia menambahkan, keberadaan drainase yang memadai juga menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga umur konstruksi jalan agar lebih tahan lama.

“Selain itu, keberadaan drainase yang memadai juga berperan penting dalam menjaga umur konstruksi infrastruktur jalan agar lebih awet serta meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat yang melintas,” lanjutnya.

Beton Bertulang Dipilih untuk Ketahanan Jangka Panjang

Bukan tanpa alasan DPUBM Kabupaten Malang memilih konstruksi beton bertulang.

Saluran dengan konstruksi tersebut dinilai memiliki daya tahan lebih baik dalam menghadapi beban di sekitar jalan maupun perubahan kondisi cuaca. Infrastruktur drainase juga diharapkan mampu menjadi jalur pengaliran air dari kawasan permukiman dan badan jalan menuju saluran pembuangan.

Dengan demikian, air hujan tidak lagi tertahan dan meluber ke badan jalan ketika debit meningkat.

“Pembangunan menggunakan konstruksi beton bertulang dipilih agar saluran memiliki daya tahan lebih baik terhadap beban lalu lintas maupun perubahan kondisi cuaca,” jelas Khairul Isnaidi Kusuma.

Menurutnya, sistem tersebut diharapkan mampu memperlancar aliran air sekaligus menekan risiko terjadinya genangan secara signifikan.

Langkah ini menjadi bagian dari perhatian DPUBM Kabupaten Malang terhadap infrastruktur jalan yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pada keberlanjutan dan pemeliharaan fungsi jalan.

Progres 100 Persen, Warga Berharap Tak Ada Lagi Air Meluber ke Jalan

Pekerjaan drainase beton bertulang di depan Balai Desa Bantur hingga akhir Agustus telah dinyatakan rampung.

Progres fisik pembangunan mencapai 100 persen.

Capaian tersebut menjadi kabar baik bagi masyarakat di sekitar ruas jalan tersebut, terutama mereka yang selama ini menghadapi persoalan aliran air ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.

Kepala Desa Bantur, Kecamatan Bantur, Nanang Kosim, menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Kabupaten Malang, khususnya DPUBM Kabupaten Malang, atas terealisasinya pembangunan drainase yang selama ini menjadi kebutuhan masyarakat.

Ia mengatakan, pembangunan tersebut merupakan jawaban atas keluhan warga terkait kebutuhan saluran drainase yang lebih baik.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Malang. Keluhan-keluhan masyarakat terkait akses dan pembangunan drainase yang baik akhirnya dapat terealisasi,” kata Nanang Kosim saat ditemui awak media.

Ia berharap keberadaan saluran baru tersebut benar-benar mampu mengatasi persoalan genangan yang selama ini dikhawatirkan masyarakat ketika memasuki musim hujan.

“Mudah-mudahan pada musim hujan yang akan datang, debit air tidak sampai meluber ke permukaan jalan,” harapnya.

Drainase Dibangun, Jalan Dijaga

Pembangunan drainase di Bantur memperlihatkan bahwa kualitas jalan tidak hanya ditentukan oleh seberapa mulus permukaan aspalnya.

Pengendalian air menjadi bagian penting untuk menjaga agar infrastruktur jalan dapat bertahan lebih lama. Ketika air dapat dialirkan dengan baik, risiko genangan dan kerusakan konstruksi pun dapat ditekan.

Melalui pembangunan drainase beton bertulang tersebut, DPUBM Kabupaten Malang tidak sekadar menyelesaikan pekerjaan fisik sepanjang kurang lebih 150 meter.

Lebih dari itu, pembangunan ini menjadi langkah preventif untuk menjaga fungsi jalan kabupaten, memberikan rasa aman dan nyaman kepada pengguna jalan, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah Kecamatan Bantur.

Kini, saluran yang sebelumnya masih mengandalkan tanah telah berubah menjadi drainase permanen. Pekerjaan tuntas, tetapi manfaatnya diharapkan bekerja jauh lebih panjang: mengawal jalan tetap berfungsi ketika hujan datang.

Guh

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest