Malut, Investigasi.News-, Pasangan yang mengaku suami-isteri yakni Sony Sukandar (Suami) dan Andi Andhanie Juliet Lily Kharie (Isteri) menjadi sindikat Penipuan dan Penggelapan Dana Pilkada, keduanya diduga berhasil menggasak uang miliaranrupiah dari para korban yang menjadi Kandidat Bakal Cakada (Calon Kepala Daerah) diberbagai wilayah di Indonesia.
Diketahui, Pilkada serentak kemarin bergulir pada tanggal 27 November 2024, jauh sebelum itu Sony dan Lily pasangan suami isteri ini mengaku sebagai agen yang memiliki jaringan dengan Pihak Penyandang Dana, spesifikasi support Dana Pilkada.
Ketika calon korbannya terpikat baik Sonny dan Lily mulai melancarkan aksi selanjutnya dengan memintai sejumlah uang dengan dalih sebagai biaya administrasi.
“uang yang disetorkan sebagai biaya administrasi beragam, dan nilainya cukup fantastis, para korban terpaksa merelakan uangnya untuk membayar biaya administrasi karena tergiur dana besar yang nantinya akan diberikan untuk membiayai (cost politik) Pilkada”, ungkap sumber Investigasi yang namanya minta tidak disebutkan (19/9).
Namun sampai akhir pendaftaran di KPU dana tersebut tidak kunjung diberikan oleh Sony maupun Lili, pasangan suami isteri ini mulai beralasan bahwa dana tersebut masih dalam proses pencairan.
Mulai sadar bahwa dirinya sudah tertipu, para korban mulai mendesak pasangan suami isteri ini mengembalikan uang mereka, namun alih-alih dikembalikan uangnya, baik Sony dan Lily dengan kejam memblokir kotak WA, SMS, TLP para korbannya.
“Sadar tertipu dan digelapkan dananya dengan dalih biaya pendaftaran tadi, para korban mulai mendesak Sony dan Lily mengembalikan uang mereka, tapi belakangan malah tidak aktif lagi nomor telepon pasangan suami isteri ini“, lanjut Sumber tadi.
Dana yang disetorkan beragam mulai dari 500 juta naik keatas, dan ada yang secara cash disetorkan, ada juga yang via transfer, tandasnya.
Disentil apakah para korban sudah melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian, dikatakan.
“Mungkin sudah ada yang melapor tapi sebagian ada yang masih berharap uangnya kembali sehingga belum melakukan pelaporan atau ada perasaan malu untuk mengadukan masalah ini ke SPKT Polisi setempat”, ujar sumber investigasi.
Diceritakan kepada awak media investigasi, bahwa untuk Lily sempat terdeteksi, bahwa yang bersangkutan pernah bersekolah SMA Muhammadiyah di Ambon, dan suaminya pernah dinas di TNI AD (kebenarannya msh diragukan) makanya informasi ini sedang ditelusuri lebih lanjut, dari informasi yang dihimpun media ini diperkirakan pasangan Penipu Dana Pilkada ini masih bergentayangan di Jakarta dan sekitarnya, namun yang pasti para korban tidak tinggal diam, melainkan masih memburu Sony dan Lily untuk meminta pengembalian uang mereka.



