Karimun, Kepulauan Riau, 19 April 2026 — Semangat persatuan dan pelestarian budaya Melayu mewarnai pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) Laskar Melayu Bersatu (LMB) Kepulauan Riau di Kabupaten Karimun, Minggu (19/4). Kegiatan yang digelar di Haji Raja Oesman, Gang Cemerlang, Kelurahan Kapling, Kecamatan Tebing ini berlangsung khidmat sekaligus meriah.
Acara tersebut turut dihadiri jajaran Laskar Melayu Nusantara dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) yang berbasis di Kota Batam. Sejumlah tokoh penting hadir, di antaranya Dato’ Farizal (Panglima Besar), Dato’ Antoni, Dato’ Nasir (Sekjen), Dato’ Tarmizi (Ketua Dewan Pakar), Datin Tutik (Humas), hingga Dato’ Khaidir (Panglima Sulung).
Kegiatan Muswil semakin semarak dengan penampilan tarian adat Melayu dan atraksi pencak silat yang menggambarkan kekayaan budaya lokal sekaligus memperkuat identitas kemelayuan di tengah masyarakat.
Ketua umum yang akrab disapa Paisal dalam sambutannya menegaskan bahwa Muswil ini bukan sekadar agenda organisasi, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi masyarakat Melayu lintas daerah hingga mancanegara.
“Ini adalah ajang nyata memperkuat persatuan. Kita ingin merangkul Melayu dari seluruh wilayah Kepulauan Riau hingga ke negara serumpun seperti Malaysia dan Thailand,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa masyarakat Melayu tidak boleh hanya menjadi penonton dalam dinamika pembangunan. Menurutnya, persatuan dan solidaritas menjadi kunci untuk menjaga eksistensi dan peran strategis Melayu di berbagai sektor.
“DPP tidak akan mampu berjalan tanpa dukungan dari tujuh kabupaten/kota. Kita harus bersatu, saling bergandengan tangan,” tegasnya.
Selain isu persatuan, Muswil ini juga menyoroti ancaman serius narkoba yang dinilai sebagai musuh bersama. Paisal mengingatkan bahwa peredaran narkoba tidak hanya merusak individu, tetapi juga mengancam masa depan bangsa.
“Perlawanan terhadap narkoba harus dimulai dari keluarga, lingkungan, hingga desa. Kita harus menciptakan kawasan yang benar-benar steril dari narkoba,” katanya.
Ke depan, LMB Kepri juga berkomitmen membina generasi muda agar menjadi pribadi yang tangguh, kreatif, dan berkarakter budaya. Salah satu program yang direncanakan adalah pelatihan keterampilan seni tradisional, seperti pembuatan tanjak dan pengembangan seni budaya Melayu lainnya.
Sebagai tindak lanjut, DPP LMB Kepulauan Riau dijadwalkan menggelar deklarasi dan pelantikan kepengurusan pada 19–21 Juni 2026 di kawasan Dendang Melayu, Jembatan Satu Barelang, Batam. Seluruh perwakilan kabupaten/kota diharapkan dapat hadir untuk memperkuat konsolidasi organisasi.
Muswil di Karimun ini menjadi bukti bahwa semangat persatuan Melayu tetap hidup dan terus diperkuat, tidak hanya dalam budaya, tetapi juga dalam menghadapi tantangan sosial yang kian kompleks.
Sapi’i

















