Situbondo, Investigasi.News – Upaya meningkatkan produktivitas sektor pertanian terus dilakukan melalui berbagai program pelatihan dan pendampingan kepada para petani. Salah satunya melalui kegiatan Pelatihan Peningkatan Produktivitas Tanaman Pangan Berbasis Digital Farming dan Sekolah Lapang Pengelolaan Hama Terpadu (SLPHT) yang digelar di Aula Kantor Desa Pokaan, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo, Rabu (20/5/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Road to Sekarkijang Creative Fest 2026 yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember bekerja sama dengan berbagai pihak terkait di bidang pertanian.
Pelatihan ini diikuti anggota Kelompok Tani (Poktan) Bina Karya II bersama sejumlah petani dari wilayah sekitar yang antusias mengikuti materi serta praktik lapangan mengenai pertanian modern berbasis teknologi.
Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Bank Indonesia Jember, Camat Kapongan Roi Hidayat, Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kapongan Nana Mariana Setiawati, S.P., Kepala Desa Pokaan Asykur Hasan, serta Ketua Kelompok Tani Bina Karya II Abdul Jalal.
Dalam sambutannya, perwakilan Bank Indonesia Jember menyampaikan bahwa sektor pertanian memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus mendukung stabilitas ekonomi daerah.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital di sektor pertanian kini menjadi kebutuhan penting agar produktivitas petani meningkat dan mampu bersaing di tengah perkembangan zaman.
Selain itu, penerapan sistem pertanian ramah lingkungan juga menjadi perhatian utama melalui program Sekolah Lapang Pengelolaan Hama Terpadu (SLPHT) yang diperkenalkan kepada para peserta.
Camat Kapongan Roi Hidayat mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut karena dinilai sangat bermanfaat bagi para petani di Kecamatan Kapongan, khususnya Desa Pokaan.
Ia berharap pelatihan semacam ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan hasil panen dan kesejahteraan masyarakat petani.
“Kami sangat mendukung kegiatan pelatihan seperti ini karena petani saat ini memang harus mulai mengenal teknologi digital dalam sistem pertanian,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator PPL Pertanian BPP Kapongan Nana Mariana Setiawati, S.P., menjelaskan bahwa penerapan digital farming dapat membantu petani mengontrol kebutuhan tanaman secara lebih efektif dan efisien.
Mulai dari pengaturan pola tanam, pemantauan kondisi lahan, penggunaan pupuk, hingga pengendalian hama dapat dilakukan melalui pendekatan yang lebih modern dan terukur.
Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan hama terpadu agar penggunaan pestisida kimia dapat diminimalkan sehingga hasil pertanian menjadi lebih sehat dan ramah lingkungan.
Kepala Desa Pokaan Asykur Hasan mengaku bangga karena Desa Pokaan dipercaya menjadi lokasi pelaksanaan pelatihan pertanian berbasis digital tersebut.
Menurutnya, mayoritas masyarakat Desa Pokaan berprofesi sebagai petani sehingga kegiatan pelatihan seperti ini sangat dibutuhkan guna meningkatkan wawasan dan keterampilan para petani lokal.
Ketua Kelompok Tani Bina Karya II, Abdul Jalal, menyampaikan terima kasih kepada Bank Indonesia Jember dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia berharap ilmu yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan secara langsung oleh para anggota kelompok tani sehingga produktivitas pertanian semakin meningkat.
Pelatihan tersebut berlangsung selama dua hari, yakni pada 20–21 Mei 2026, dengan materi yang mencakup teori, diskusi interaktif, hingga praktik lapangan terkait pengelolaan tanaman pangan.
Para peserta tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan. Mereka aktif berdiskusi dengan para narasumber mengenai berbagai persoalan pertanian yang selama ini dihadapi di lapangan.
Tidak hanya berfokus pada peningkatan hasil panen, kegiatan tersebut juga mendorong para petani agar lebih siap menghadapi tantangan perubahan iklim dan perkembangan teknologi di sektor pertanian modern.
Melalui pelatihan ini, diharapkan lahir petani yang lebih inovatif, mandiri, serta mampu memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung kemajuan sektor pertanian di Kabupaten Situbondo, khususnya Kecamatan Kapongan. (Agus)



















