Iklan muba

FISIP UNEJ Gelar Visiting Lecture Bahas Kemajuan Jepang dan Terima Hibah 174 Buku

More articles

Jember,Investigasi.News- 20 Mei 2026
Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jember berkesempatan memperoleh wawasan mengenai pengembangan sumber daya manusia dan budaya kerja Jepang melalui kegiatan Visiting Lecture bertema “Discipline, Innovation and Excellence: Insight From Japan’s Human Development Model” yang menghadirkan Konsul Jenderal Jepang di Surabaya, Takonai Susumu, di Aula FISIP UNEJ, Rabu (20/5).

Sebelumnya, Konsul Jenderal Jepang, Dr. Takonai Susumu, terlebih dahulu diterima oleh Rektor Universitas Jember, Iwan Taruna, di ruang kerjanya. Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Rektor dan Konjen mendiskusikan penguatan hubungan diplomatik, pendidikan, dan budaya antara kedua negara yang telah lama terjalin. Dr. Takonai, yang memiliki kedekatan personal mendalam dengan Indonesia sejak tahun 1990 dan fasih berbahasa Indonesia, menekankan pentingnya mengoptimalkan jaringan alumni universitas Jepang di Indonesia sebagai kekuatan besar sekaligus jembatan diplomasi strategis yang kokoh.

Lebih lanjut, diskusi di ruang rektor tersebut juga membahas berbagai peluang kolaborasi konkret. Di antaranya adalah peningkatan program pertukaran pelajar lintas negara, penempatan tenaga kesehatan (perawat) Indonesia di Jepang sebagai solusi atas tantangan demografi di Jepang, hingga rencana pengembangan “Japan Corner” di perpustakaan universitas. Pusat informasi tersebut nantinya akan dioptimalkan secara digital sebagai penghubung informasi beasiswa, budaya, dan lowongan kerja bagi seluruh civitas akademika Universitas Jember.

Usai merampungkan pertemuan strategis di ruang Rektor, rangkaian agenda dilanjutkan dengan acara utama di Aula FISIP UNEJ. Kegiatan visiting lecture tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami perkembangan Jepang, khususnya terkait pengembangan sumber daya manusia (SDM), budaya kerja, serta kemajuan teknologi dan ekonomi Jepang pasca Perang Dunia II yang kemudian mampu melakukan lompatan teknologi dan ekonomi yang melampaui negara-negara Eropa.

Bukan sekadar teori normatif, Dr. Takonai Susumu membeberkan data konkret bahwa pertumbuhan ekonomi Jepang pada tahun 2025 berhasil menyentuh angka 4,2%. Capaian impresif ini diraih justru di tengah tantangan berat penurunan jumlah usia produktif. Kuncinya terletak pada keunikan budaya kerja yang berbasis disiplin, loyalitas tinggi, serta model pengembangan SDM jangka panjang yang berbeda dari pendekatan korporasi Amerika Serikat.

“Budaya kerja Jepang merupakan salah satu faktor yang membuat Jepang Maju. Sistem budaya Jepang lebih baik dibandingkan negara negara-negara lain di Eropa. Berbeda dengan model di Amerika Serikat, secara historis perusahaan-perusahaan di Jepang jauh lebih memprioritaskan pengembangan karyawan dalam jangka panjang untuk menciptakan SDM yang kompeten dan adaptif,” papar Konsul Jenderal Jepang, Dr. Takonai Susumu.

Selain kuliah umum, pada kesempatan tersebut Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya juga menyerahkan hibah sebanyak 174 buku berbahasa Inggris kepada FISIP UNEJ. Buku-buku tersebut memuat berbagai kajian mengenai politik, ekonomi, hubungan internasional, dan kebudayaan, yang nantinya akan ditempatkan di perpustakaan FISIP UNEJ sebagai tambahan referensi akademik mahasiswa.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FISIP UNEJ, Budi Santoso, menyampaikan bahwa kegiatan akademik yang melibatkan narasumber internasional penting untuk memperluas wawasan mahasiswa terkait perkembangan global dan dunia kerja. Ia juga menyampaikan apresiasi atas hibah buku yang diberikan kepada FISIP UNEJ.

“Saya mengucapkan terima kasih atas pemberian buku untuk mahasiswa FISIP yang nantinya akan diletakkan di perpustakaan FISIP. Saya berharap kerja sama antara Indonesia dan Jepang maupun FISIP dengan Jepang dapat berjalan dengan baik. Saya juga berharap FISIP menjadi fakultas yang memberikan kebermanfaatan bagi mahasiswanya,” tambahnya.

Kegiatan Visiting Lecture ini diharapkan tidak hanya memperluas wawasan internasional mahasiswa, tetapi juga memperkuat budaya akademik, literasi global, dan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dinamika dunia kerja serta tantangan global di masa depan. (qf)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest