Bawakan Lagu Tabula Bale, Merlin Claudia di Somasi Kiki Acoustic Production Bayar Royalti 5 Juta Rupiah

More articles

Padang Panjang, investigasi.news – Polemik Royalti yang tengah hangat di seantero Nusantara sekarang, berimbas sampai ke daerah. Malam Hiburan Rakyat dan Syukuran ke 80 Tahun Indonesia Merdeka yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Padang Panjang pada Minggu (17/08) malam menampilkan artis lokal sumatera barat Merlin Claudya di somasi oleh Kiki Acoustic Prodution dikarenakan tidak minta izin membawakan lagu Tabula Bale ciptaannya.

Merlin Claudya dalam keterangan tertulisnya dihubungi melalui pesan WhatsApp Rabu (20/08) siang menjelaskan bahwa, dirinya tidak pernah berniat membawakan lagu tersebut namun lantaran ada permintaan dari panitia akhirnya dia menyanyikan lagu tabula bale tanpa meminta izin terlebih dahulu kepada kiki acoustic prodution.

“Kejadian tanggal 17 agustus malam pak. Elin mengisi acara tersebut 2 sesi. Di sesi dua elin di minta membawakan hanya 2 lagu mengingat durasi. Dua lagu tersebut, elin membawakan lagu dari single lagu elin sendiri yang di tayangkan.

Namun setelah selesai dua lagu itu masyarakat Kota Padang Panjang rame bilang “Tabula bale kak Tabula bale kak”

tapi elin tetap keluar panggung dan mengucapkan terimakasih karena bagian elin nyanyi sudah usai (elin ingat dalam brief, elim hanya membawakan 2 lagu karena durasi kan pak)

karena antusias warga Padang Panjang meminta Tabula bale, Beberapa pejabat pemerintah meminta elin masuk ke panggung lagi untuk membawakan lagu tersebut di depan masyarakat padang panjang, Masyarakat tentu menikmati hiburan tersebut.

Namun di tanggal 19 Agustus jam
1.22 malam elin menerima telfon dari CEO minang timur, Kiki Coustic mempertanyakan membawakan lagu Tabula bale apa sudah izin?

Dalam percakapan singkat, elin bilang membawakan lagu tersebut tanpa d rencanakan sama sekali. Dan dibawakan melihat antusias masyarakat yang menyukai lagu tersebut.

Penjelasan dari kiki coustic membawakan lagu Tabula bale harus izin karena acara tersebut komersil. Kemudian elin sempat meminta maaf karena sudah membawakan lagu Tabula bale tanpa izin namun bang kiki tetap ingin menyelesaikan dengan meminta royalti dari LMK.

Dan kiki coustic ingin meminta penjelasan dari salah satu panitia. Elin sebenernya sudah memberikan kontak panitia pak. Kiki itu pun menelfon panitia di jam 1.30 malam saat orang sudah pada istirahat.

Mungkin karena tidak mendapatkan jawaban makanya kiki menghubungi elin langsung. Kepada panitia kiki mengatakan tidak memberikan elin izin membawakan lagu Tabula bale. Dan pada akhirnya mengeluarkan surat permintaan royalti pak dikirimkan ke panitia” jelasnya.

Diterangkannya, “Jujur elin kaget pak. Elin rasa elin dengan bang kiki saling kenal walau belum pernah bertatap muka. Namun tidak tau apa alasan jelas sampai memberikan somasi kepada elin. Tanggapan elin pun elin sampaikan kepada pemerintah kota padang panjang. Dan pemerintah padang panjang mendukung penuh.

Ini pelajaran yang sangat berharga tentunya pak. Bukan berarti semua lagu yang sedang viral bisa dibawakan oleh semua kalangan penyanyi. Apalagi elin penyanyi lokal yang baru mulai berkarya. Dan elin juga membayangkan jika ini terjadi dengan orang lain yg membawakan lagu tersebut dengan keinginannya sendiri dan harus membayar royalti sebanyak itu. Kalo posisi elin saat ini membawakan lagu kan karena request.

Jadi pemerintah kota ikut membantu kasus ini. Namun bagaimana nanti jika terjadi pada orang lain yg tanpa dukungan pemerintah” terangnya.

Terpisah Kiki Acoustic Production dihubungi melalui ponselnya Rabu (20/08) siang mengaku keberatan lagu ciptaannya Tabula Bole dinyanyikan tanpa izin darinya. Melalui sambungan telpon dia mengatakan

“Saya itu mengajukan somasi kepada penyanyi, pak” katanya mengawali.

Jadi begini, saya itu tidak pernah, tidak mengizinkan membawakan lagu Tabula bale, tidak pernah tidak, minimal ngomong sebelum membawakan lagunya, inikan tidak ngomong, permasalahannya itu pak” imbuhnya.

Jadi kita tidak semena-mena somasi gitu pak, nggak pak, minimal si penyanyi itu ngomong, izin bang saya nyanyikan lagu Tabula bale, udah itu aja cukup, ini kan tidak sama sekali, yang penting itu kan etika, lho pak” sesalnya

Jadi kita layangkan somasi itu bukan ke pemerintah kota, lho pak, tapi kepada artis yang membawakan lagu tersebut.

Jadi gini lho pak, artis yang membawakan lagu itu kan, artis yang lumayan terkenal di sumatera barat Merlin Claudya, kecuali maaf, artis-artis wedding, orgen tunggal, kita juga punya hati pak, jadi permasalahannya lebih ke etika pak membawakan karya orang, itu yang harus perlu saya luruskan pak” ujarnya

Saya sudah pernah menanyakan dan menghubungi Merlin, katanya, Merlin tidak pernah mau membawakan lagu itu bang, tapi Merlin di minta oleh bapak apa saya kurang persis tahu, mungkin bapak bisa langsung konfirmasi dengan Merlin langsung, saya orang nya tidak ribet lho pak, saya juga orang sumatera barat” katanya.

Saya itu sebenarnya bukan soal duitnya lho pak tapi saya menginginkan klarifikasi dari si penyanyi dan Panpel
Sebelum ini sampai ke LMK dan WAMI di Jakarta karena kita lakukan di badan hukum lho pak, bapak sendiri kan tahu saat ini mengenai royalti kan sangat sensitif, saat ini, kita tidak mau juga kasus ini sampai juga ke LMK malah panjang.
Tapi yang pasti saya minta klarifikasi baik dari si penyanyi maupun panitia nya pak” tandasnya

Sementara Panitia pelaksana hiburan rakyat mengatakan, malam hiburan yang diselenggarakan Pemerintah Kota merupakan Hiburan Rakyat dan Syukuran ke 80 Tahun Indonesia Merdeka.

“kegiatan yang diselenggarakan pemko Padang panjang itu merupakan hiburan rakyat dan syukuran 80 tahun indonesia merdeka berupa penampilan band music lokal yang tidak dipungut biaya sepeserpun pun oleh panitia.” Katanya.

Memang benar ada surat somasi dari Kiki Acoustic Production dilayangkan kepada panitia pelaksana dengan meminta Royalti sebesar Rp. 5.000.000,- tentunya ini akan kita pelajari terlebih dahulu dan akan dikonsultasikan dengan Bagian Hukum Setdako nanti, bagaimana perkembangannya nanti akan di kabari” katanya mengakhiri. Km

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest