Puruk Cahu, investigasi.news – Pemerintah Kabupaten Murung Raya (Mura) terus berkomitmen mendorong perencanaan pembangunan yang selaras dari desa hingga kabupaten. Hal ini tergambar dalam pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Tanah Siang yang digelar pada Senin, 20 Januari 2025.
Musrenbang tahun ini mengusung tema strategis: “Mendorong Pengembangan Potensi Ekonomi Lokal yang Disertai Pemerataan Infrastruktur dan Layanan Publik.” Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Penjabat (Pj) Bupati Murung Raya, Hermon, yang menekankan pentingnya sinkronisasi antar lapisan pemerintahan demi mencapai kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Fokus Pembangunan: Dari Infrastruktur hingga Inovasi Pelayanan Publik
Dalam sambutannya, Hermon menjelaskan bahwa Musrenbang bukan sekadar agenda rutin, tapi forum strategis untuk menyatukan arah pembangunan menuju tahun 2026. Beberapa sektor utama yang menjadi sorotan antara lain peningkatan infrastruktur dasar, penguatan sektor ekonomi lokal, hilirisasi produk unggulan masyarakat, serta peningkatan kualitas pendidikan yang relevan dengan kebutuhan pasar tenaga kerja.
Ia juga menyoroti pentingnya membangun konektivitas antarwilayah, memperkuat sistem layanan publik yang inovatif dan efisien, serta menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.
“Musrenbang ini jadi ruang penting untuk memastikan bahwa prioritas pembangunan betul-betul berakar dari kebutuhan desa dan masyarakat. Ini sejalan dengan visi jangka panjang Murung Raya 2025–2045, yaitu menuju daerah yang Sejahtera, Maju, dan Berkelanjutan,” ujar Hermon.
Penetapan Prioritas yang Terarah
Hermon menegaskan bahwa penetapan skala prioritas tidak dimaksudkan untuk mengabaikan sektor lain. Justru, langkah ini bertujuan untuk memastikan setiap pembangunan memiliki dampak nyata bagi masyarakat, dengan mempertimbangkan aspek waktu, lokasi, anggaran yang tersedia, dan kesinambungan program.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, perangkat desa, hingga pemuda dan perempuan untuk terlibat aktif dalam menyusun program yang relevan dan solutif.
“Partisipasi semua pihak sangat dibutuhkan. Kita harus menyusun rencana pembangunan yang benar-benar menyentuh kebutuhan riil masyarakat,” tutupnya.
Zulmi


















