Malang, Investigasi.News– Komitmen menjaga kelestarian sumber air kembali ditegaskan Direktur Utama Perumda Tirta Kanjuruhan, H. Syamsul Hadi, S.Sos., M.M., dengan memimpin langsung kegiatan Sambang Sumber di Mata Air Krabyakan, Desa Sumberngepoh, Kecamatan Lawang. Kehadiran pimpinan tertinggi perusahaan air minum daerah ini menjadi sinyal kuat bahwa konservasi sumber air merupakan agenda strategis yang tidak bisa ditawar.
Didampingi Kepala Satuan Pengawasan Intern (SPI), jajaran kepala bagian, kepala seksi, serta Kepala Unit Lawang, Syamsul Hadi meninjau langsung kondisi sumber air yang kini berada di kawasan dengan aktivitas wisata. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan keberlanjutan sumber daya air tetap terjaga di tengah meningkatnya pemanfaatan lahan.
Dalam arahannya, 13 Januari 2026 Syamsul Hadi menegaskan bahwa perlindungan sumber air tidak hanya menjadi tanggung jawab satu unit kerja, melainkan memerlukan sinergi seluruh elemen manajemen serta dukungan masyarakat sekitar.
“Kami hadir bersama tim lengkap, mulai dari pengawasan, teknis, hingga wilayah, untuk melihat langsung kondisi di lapangan. Sumber Krabyakan adalah aset vital. Fungsi sosial, konservasi lingkungan, dan pelayanan air bersih harus berjalan beriringan tanpa saling mengorbankan,” tegasnya.
Kegiatan Sambang Sumber ini mencakup sejumlah agenda strategis. Kepala SPI melakukan audit lapangan terkait tata kelola dan pengamanan aset sumber air. Sementara itu, jajaran teknis memetakan potensi debit air serta langkah perlindungan area tangkapan air (catchment area) guna menjaga kualitas dan kuantitas sumber.
Di sisi pelayanan, Kepala Unit Lawang berkoordinasi dengan tokoh masyarakat setempat untuk memastikan distribusi air bersih kepada pelanggan di wilayah Lawang tetap aman dan berkelanjutan.
Tak hanya fokus pada internal, manajemen Perumda Tirta Kanjuruhan juga berdialog dengan pengelola wisata di sekitar Mata Air Krabyakan. Edukasi kepada pengunjung terus digencarkan agar kebersihan lingkungan tetap terjaga dan potensi pencemaran, khususnya bakteri, dapat dicegah sejak dini.
Sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan, kegiatan ditutup dengan penanaman pohon di sekitar area sumber air, sebagai upaya memperkuat konservasi jangka panjang.
“Kehadiran kami di hulu adalah bukti bahwa Perumda Tirta Kanjuruhan tidak hanya bekerja dari balik meja. Kami memastikan langsung bahwa air yang sampai ke masyarakat berasal dari sumber yang terjaga dan berkualitas,” pungkas Syamsul Hadi.
Guh






